Ta’lim Usai Magrib Berjamaah, USTADZ HM MAKHTUM Sebut Masa Corona Menyebabkan Fitnah Semakin Panjang

BEKASI (POSBERITAKOTA) – Masa merebaknya atau pandemi virus Corona (COVID-19) mencuatkan persepsi macam-macam. Malah dapat menyebabkan fitnah semakin panjang dalam kehidupan ini. Meski sebenarnya yang namanya wabah itu dari dulunya sudah ada dan bahkan Allah SWT juga sudah siapkan.

Demikian benang merah kesimpulan bisa ditarik dari selingan ceramah dari Ustadz HM Makhtum yang mengangkat persoalan faktual terkait wabah atau virus Corona (COVID-19) yang tengah melanda negeri ini. Dan, hal tersebut pun disampaikan saat isi ta’lim usai melaksanakan sholat Maghrib berjamaah di Masjid Jami Al-Ikhlas RW 025 Perumahan Villa Gading Harapan (VGH) Kebalen, Babelan, Bekasi, Minggu (27/9/2020) petang kemarin.

Tidak kurang 80-an jamaah yang terdiri dari kalangan bapak-bapak, remaja dan anak-anak – secara khusyuk menyimak sekaligus mengikuti gelaran kegiatan ta’lim rutin sebagai upaya pencapaian tujuan kemakmuran yang diorientasikan oleh kelembagaan DKM Jami Al-Ikhlas RW 024 VGH Kebalen, Babelan, Bekasi.

Ustadz HM Makhtum dalam tausiahnya mengungkapkan bahwa yang setiap hari kita makan belum tentu aman. “Ada potensi menjadi penyakit. Seperti buah yang busuk dan lain-lain. Sebab, setiap yang sudah busuk, pasti ada belatungnya. Karena itulah yang penting adalah menjaga kesehatan,” paparnya.

Disebutkan bahwa biasanya di usia-usia sepuh (tua-red) atau di atas 50 tahunan, nikmat-nikmat yang dipunyai seseorang sudah dikurangi oleh Allah SWT. “Makanya, perlu menjaga hati. Sebab, jika hati nggak sehat, pikiran pun bakal rusak. Dari situ, kemudian jadi nggak seimbang di dalam menghadapi bahala (wabah) seperti virus Corona yang ada saat ini,” ungkapnya.

Dalam pandangannya ketika hati istiqomah, maka seseorang akan menjadi sehat. “Sedangkan untuk menjaga hati biar sehat, Rasulullah mengajarkan sholat. Meski beliau (Baginda Rasulullah-red), pernah juga mengalami sakit. Sebab, semua itu merupakan ketetapan dari Allah SWT,” kata Ustadz HM Makhtum yang juga dikenal sebagai ‘guru’ dan Ketua Pembina Yayasan Jami Al-Ikhlas RW 025 itu lagi.

Bagaimana soal adanya wabah seperti virus Corona, bencana gempa bumi atau musibah banjir bandang? “Semuanya datang dari ulah manusia itu sendiri. Meski ketetapannya datang dari Allah SWT. Makanya, manusia harus (sering) baca Al-Quran,” jelasnya, panjang lebar.

Sebelumnya, Ustadz HM Makhtum juga memaparkan lanjutan materi rutin ceramahnya kepada jamaah, yakni terkait Al fatihah. Karena, menurutnya, di antara ayat Al fatihah ada bacaan Bismillah. “Bacaan Al fatihah, harus dipelajari secara pas dan pasih. Sebab itu merupakan syarat penting menjadi imam sholat,” ucap dia.

Setelah ta’lim selama 60 menit rampung dilanjutkan sholat Isya berjamaah. Kemudian sejumlah pengurus Yayasan bersama DKM Jami Al-Ikhlas pun, melaksanakan agenda rutin pemberian santunan kepada anak yatim/dhuafa yang ada di wilayah RW 025 VGH Kebalen, Babelan, Bekasi.

Sementara itu sebelumnya dalam agenda ta’lim usai ba’da Shubuh, Minggu (27/9/2020) -para jamaah masjid diberi pencerahan dengan kehadiran Ustadz Fitrian Nabil Lc yang mengangkat materi ceramah seputar syarat dan sunahnya mengumandangkan adzan sebagai panggilan bagi umat Muslim untuk melaksanakan ibadah sholat.

Ada hal menarik yang dikisahkan ustadz muda tersebut, yakni bahwa Rasulullah/Nabi Muhammad SAW pun pernah mengumandangkan adzan saat dalam situasi perang. “Sebisa mungkin kita harus belajar dan minimal pernah mengumandangkan adzan. Karena apa? Nilai pahalanya sangat besar,” tutup Ustadz Nabil. □ RED/FOTO-FOTO ROHMAT/AGUS SANTOSA

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here