Kasus Positif COVID-19 Melandai, GUBERNUR ANIES Putuskan DKI Kembali Berlakukan PSBB Transisi

JAKARTA (POSBERITAKOTA) – Patut disyukuri bahwa kasus positif COVID-19 di Ibukota melandai. Karena itu, Pemprov DKI Jakarta kembali memutuskan pemberlakuan masa Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) Transisi selama dua pekan ke depan, mulai tanggal 12-25 Oktober 2020.

Hal tersebut disampaikan Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan, Minggu (11/10/2020). Menurutnya saat ini terjadi pelambatan kenaikan kasus positif dan kasus aktif di Jakarta, kendati masih ada dan terjadi peningkatan penularan.

Ditambahkan orang nomor satu di Ibukota tersebut, keputusan memberlakukan status PSBB Transisi, berdasarkan hasil pemantauan dan evaluasi Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Provinsi DKI Jakarta. Tentu saja terhadap penerapan kebijakan sebelumnya, di mana menarik rem darurat dengan pemberlakukan PSBB Ketat selama sebulan, dari 14 September hingga 11 Oktober 2020 kemarin.

“Pemprov DKI selama satu bulan ini mengeluarkan kebijakan emergency brake (rem darurat), karena sempat terjadi peningkatan kasus secara tidak terkendali yang tidak diharapkan. Namun setelah stabil, kita mulai mengurangi rem tersebut secara perlahan dan bertahap,” ucap Anies dalam keterangannya yang ditujukan kepada awak media.

Menurut Anies lebih lanjut bahwa keputusan kembali ke PSBB Transisi, didasarkan pada beberapa indikator. Baik itu laporan kasus harian, kasus kematian harian, tren kasus aktif dan tingkat keterisian RS Rujukan COVID-19. Kesemua indikator tersebut menunjukkan perkembangan yang terkendali dan melandai.

“Maka dari itu, kami perlu tegaskan bahwa kedisiplinan harus tetap tinggi, sehingga mata rantai penularan tetap terkendali dan kita tidak harus melakukan emergency brake kembali,” pungkas Anies Baswedan. □ RED/THONIE AG/GOES

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here