Jika Menolak Divaksin, NANA MARDIANA Minta Pemerintah Jangan Buru-buru Terapkan Denda atau Hukuman

POSBERITAKOTA (JAKARTA) – Vaksin gratis yang disediakan Pemerintah dan akan dimulai diberikan kepada masyarakat menjadi perbincangan hangat. Ada yang mengaku siap, tapi tidak sedikit yang menolak. Persoalannya, boleh jadi karena faktor kepercayaan. Pemerintah melalui sosialisasi perlu memberikan keyakinan kuat kepada masyarakat.

Pedangdut Nana Mardiana mengaku justru tak mempermasalahkan rencana pemberian vaksin anti virus Corona (COVID-19), apalagi bisa diterima secara gratis oleh masyarakat luas. Namun, apakah cukup sampai di situ saja, kemudian masyarakat mau menerimanya?

“Jadi, sebaiknya masyarakat diberikan pilihan dulilu. Penerimaan vaksin mau sekarang atau nanti-nanti saja. Tak boleh terlalu dipaksakan, apalagi diancam hukuman atau denda, jika menolak,” tegas penyanyi asal Medan, Sumatera Utara, itu kepada POSBERITAKOTA, Kamis (14/1/2021).

Dalam pandangannya, saat dulu Pemerintah memberikan vaksin polio atau lainnya bagi anak-anak, hampir tidak ada bentuk ancaman hukuman atau denda. “Tapi, kenapa untuk vaksin anti virus Corona, kok diberlakukan seperti itu?” Begitu tuturnya dengan nada tanya.

Seharusnya, ditambahkan Nana lagi, berikan saja kebebasan kepada masyarakat. “Terserah, diberi pilihan, mau atau tidak? Tidak usah pakai diancam hukuman atau denda yang kabarnya mencapai Rp 5 juta bagi yang menolak,” ucapnya.

Jangakan buat bayar denda sebesar itu, kata Nana, buat makan sehari-hari saja sulit. Terbukti bahwa sampai saat ini masyarakat kesulitan dalam mencari penghasilan. “Nah, kalau saya akan lihat dulu, apakah vaksin itu benar-benar bermanfaat atau tidak?” Demikian ungkap Nana menutup wawancaranya. ■ RED/GOES

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here