Dalam Kuliah Umum Gerbang Betawi 2021, SEKRETARIS FRAKSI GERINDRA PURWANTO SH Usul Kuota Putra Daerah 30 Persen di Legislatif

POSBERITAKOTA (JAKARTA) – Memanfaatkan semaksimal mungkin kesempatan berkiprah di partai politik (Parpol) harus dilakukan masyarakat Betawi. Sehingga pada gilirannya berpeluang untuk ikut menentukan arah kebijakan publik.

Pemikiran tersebut di atas dilontarkan Purwanto SH selaku Sekretaris Fraksi Partai Gerindra DPRD DKI Jakarta saat membawakan materi kuliah perdana Program Kuliah Umum Gerakan Kebangkitan (Gerbang) Betawi tahun 2021 di Jakarta.

Menurut dia lebih lanjut bahwa orang Betawi harus menjadi pelaku politik. Bukan malah sebaliknya yang hanya sekadar menjadi objek politik. “Jadi, sudah saatnya orang Betawi menjadi subjek dan bukan cuma objek politik saja,” tutur Purwanto SH kepada POSBERITAKOTA, Sabtu (23/1/2021).

Membawakan materi kuliah dengan tema ‘Prospek, Peluang dan Solusi Masyarakat Betawi dalam Peningkatan Ekonomi, Pengaruh Politik dan Kompetisi Global’, Purwanto SH sangat berharap ada kuota 30 persen bagi calon anggota legislatif buat orang Betawi (putra daerah) di Parpol. Berlaku seperti halnya kuota yang diberikan buat perempuan.

“Yang kita tahu di Parpol, ada kuota 30 persen bagi perempuan. Karena itu, sejatinya Parpol juga memberi ruang yang sama bagi putra asli daerah masuk dalam kuota 30 persen putra asli daerah. Baik dalam struktur maupun non struktur. Termasuk dalam pencalegan maupun Pilkada, kesempatannya harus sama, agar putra daerah mampu melakukan pemyerapan aspirasi daerahnya masing-masing,” terang Purwanto SH, lagi.

Bagaimana pelaksanaannya? “Nah, nantinya aturan terkait soal kuota 30 persen putra daerah akan dilengkapi dengan Perda atau Pergub masing-masing Pemerintah Daerah (Pemda), supaya memiliki atau ada landasan hukumnya,” jawabnya.

Pemerintah pun, dijelaskan Purwanto SH lagi, perlu memberikan perlindungan atas hak-hak politik warga Betawi di Jakarta. Bukan cuma sampai di situ saja. Karenanya, ia berharap kebijakan tersebut diikuti oleh Parpol-Parpol yang ada.

“Harapan saya, Parpol harus memberi ruang dan kesempatan. Dengan begitu, maka partisasi politik putra asli daerah bisa memberi warna baru bagi perpolitikan nasional. Di mana monografi politik yang idealis dan humanis yang menjadi ciri utama masyarakat asli daerah akan memberikan kontribusi positif untuk melawan fragmatisme kompetisi,” urainya, panjang lebar.

Dalam pandangannya untuk kuota putra asli deerah sebesar 30 persen di setiap wilayah di seluruh Indonesia, tentu saja bakal memberi ruang bagi putra asli daerah ikut berkompetisi. “Nah, tinggal putra daerah sendirillah yang mempersiapkan diri maju dalam kontestasi dan persaingan yang ketat,” ucap Purwanto SH, mengakhiri. ■ RED/AGUS SANTOSA

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here