PosBeritaKota.com
Syiar

Ceramah Keutamaan Bulan Ramadhan, USTADZ NUR ALI Ungkap Setelah Puasa Sebulan Penuh akan Diberi ‘Piala’ Idhul Fitri

BEKASI (POSBERITAKOTA) – Dalam ceramah pamungkasnya karena harus rehat sementara memasuki Ramadhan 1442 H/2021 M, Ustadz Nur Ali M.S.i mengangkat tema soal keutamaan di bulan Ramadhan. Di mana setelah kita sebagai umat Islam menjalani ibadah puasa selama sebulan penuh, kemudian akan diberi dengan yang namanya ‘piala’ Idhul Fitri, yakni berupa ampunan atas segala dosa-dosa kita.

Dihadapan puluhan jamaah rutin talim ba’da Maghrib di Masjid Jami Al-Ikhlas RW 025 Perumahan Villa Gading Harapan (VGH) Kelurahan Kebalen, Kecamatan Babelan, Kabupaten Bekasi – ustadz yang sesekali berdialog ‘kocak’ tersebut menyarankan agar kita memperbanyak membaca Al-Quran di bulan suci Ramadhan.

Kenapa? “Karena dengan banyak membaca Al-Quran, apalagi di bulan suci Ramadhan (puasa-red) ini, kita akan diberikan safaat agar mendapatkan pertolongan,” terang ustadz yang juga dikenal sebagai pendiri Yayasan Da’arul
Ihsan Babelan, Bekasi, tersebut.

Disebutkan Ustadz Nur Ali lebih lanjut bahwa dengan menjalankan ibadah puasa di bulan suci Ramadhan, tujuannya untuk memperkuat keimanan dan ketaqwaan kita kepada Allah SWT. “Makanya, jangan sampai kelewatan, khususnya di sepanjang malam Ramadhan untuk memperbanyak membaca Al-Quran,” sarannya.

Memperdalam ceramahnya terkait keutamanan bulan suci Ramadhan, menurutnya, karena Al-Quran itu sebagai petunjuk. Al-Quran juga merupakan petunjuk bagi semua kehidupan. Mulai dari masalah yang kecil sampai masalah yang besar. Baik itu yang terkait dengan masalah sosial kemasyarakatan, kehidupan bernegara sampai kepada masalah politik sekalipun.

“Jadi, salah besar kalau umat Islam, kemudian kagak boleh berpolitik. Justru, kita sebagai umat Islam, harus tahu semuanya. Tolong bedakan dengan Pancasila yang merupakan ciptaan manusia dan hanya sebagai falsafah atau dasar negara kita. Bahkan, Pancasila itu dirumuskan dengan mengambil sebagian kecil dari yang ada atau yang diajarkan di dalam Al-Quran,” paparnya.

Pada sisi lain, Ustadz Nur Ali juga menyampaikan panjang lebar bahwa kitab suci Al-Quran itu diturunkan bertepatan dengan bulan Ramadhan. Bahkan, ditambahkannya, bukan hanya Al-Quran saja. Terhadap kitab-kitab suci lain, juga semua diturunkan pada saat bulan suci Ramadhan.

“Memang ada disebutkan kalau Al-Quran itu diturunkan, tepat pada hari ke-24 di bulan Ramadhan. Namun yang paling mahsyur adalah pada hari ke-17 Ramadhan. Makanya, ada peringatan Nuzurul Quran,” ucapnya seraya menerangkan bahwa Al-Quran menjadi dasar keyakinan kita sebagai umat Islam, karena diturunkan kepada atau melalui Rassulullah/Nabi Muhammad SAW.

Begitu pula untuk kitab-kitab suci yang lain, juga sama diturunkan bertepatan di bulan suci Ramadhan. Seperti sebelumnya ada ‘Suhub‘ di zaman Nabi Ibrahim AS, diturunkan bertepatan dengan 1 Ramadhan. Begitu pula di zaman Nabi Musa AS, ada diturunkan kitab suci Taurat pada 9 Ramadhan. Menyusul kitab Injil (13 Ramadhan), Zabur (18 Ramadhan).

“Namun jarak diturunkan dari Suhub di zaman Nabi Ibrahim AS dengan kitab-kitab suci yang ada, rentang waktunya sangat jauh. Berjarak 700 tahun, baru diturunkan kitab Taurat. Begitu pula kitab Zabur, diturunkan 500 tahun kemudian. Sedangkan kitab Injil malah lamanya mencapai 1200 tahun, baru diturunkan,” paparnya, panjang lebar.

Menutup ceramahnya, ia juga menyinggung tentang masalah ziarah kubur. Diperbolehkan karena hal itu hukumnya sunah. Jadi, tidak diharamkan. “Tapi, berbeda kalau kita ziarah ke makam, lantas malah minta-minta sama kuburan. Supaya dikasih ini dan itu. Kalau sudah begitu, hukumnya sudah masuk kategori musyrik,” tegas Ustadz Nur Ali M.S.i, mengakhiri. ■ RED/AGUS SANTOSA

Related posts

Demi Raih Pahala Ramadhan yang Sempurna, HABIB SHOLEH Ajak Kita Melatih Diri di Bulan Sya’ban

Redaksi Posberitakota

Sebanyak 26 Personil, POLRES METRO Jakbar dan DANDIM 0503/JB Ikut Lomba Adzan

Redaksi Posberitakota

Peringati Maulid Nabi, USTADZ PITUNG Ceramah di Masjid Al-Ikhlas VGH RW 25 Kebalen

Redaksi Posberitakota

Leave a Comment