PosBeritaKota.com
Nasional

Sakit Kormobid Paru-paru, DALANG KI MANTEB SUDARSONO Tutup Usia Sebelum Dibawa ke Rumah Sakit

JAKARTA (POSBERITAKOTA) –
Dalang kondang dan legendaris, Ki Manteb Sudarsono, dikabarkan meninggal dunia, Jumat (2/7/2021) pukul.09
45 WIB pagi tadi. Menurut dokter yang menangani, mendiang yang sudah menginjak usia 72 tahun itu, disebut-sebut mengindap penyakit kormobid paru-paru.

Saat dikonfirmasikan salah satu pihak keluarganya, Ade Irawan yang berstatus keponakan Ki Manteb, membenarkan berita tersebut. “Memang benar, jika beliau dinyatakan meninggal dunia. Penyebabnya karena punya riwayat sakit komorbid paru-paru dan terpapar COVID-19,” jelas Ade kepada POSBERITAKOTA, Jumat (2/7/2021).

Menurutnya, Ki Manteb yang merupakan dalang kesohor kelahiran 31 Agustus 1948, meninggal dunia saat masih berada di rumah dan akan segera dibawa ke rumahsakit.

“Jadi, beliau memang selama ini dirawat di rumah (isolasi mandiri). Kondisinya terus menurun meski sempat diberikan infus dan diberikan oksigen. Karena makin buruk beliau mau kita bawa ke rumah sakit, tapi keburu meninggal di rumah,” jelasnya.

Ditambahkan Ade lebih lanjut bahwa sebelum sakit dan meninggal, Ki Manteb sempat bertandang ke Jakarta pada pertengahan Juni 2021 karena ada pekerjaan.

“Tepatnya pada 25 Juni itu beliau sempat pentas di Taman Mini. Kemudian pada 27 Juni beliau pentas lagi di rumah secara virtual. Yang tanggal 25 Juni itu beliau sudah sakit tapi memaksakan buat pentas lagi karena tanggung jawab, nekat. Terus beliau lemas. Senin (28/6/2021) beliau sakit karena mungkin kecapekan. Sakit dan dirawat di rumah, terus panggil dokter untuk memeriksa kondisinya dan diinfus sampai akhirnya meninggal tadi pagi,” ucap Ade, menerangkan.

Ki Manteb Sudarsono lahir di Sukoharjo, 31 Agustus 1948. Saat ini Ki Manteb berdomisili di Dusun Sekiteran, Kelurahan Doplang, Kecamatan Karangpandan, Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah.

Catatan perjalanan kariernya, putra Ki Hardjo Brahim itu memang dikenal sebagai dalang wayang kulit ternama di Indonesia. Bakat yang dimilikinya berasal dari sang ayah yang juga merupakan seorang dalang.

Karir Ki Manteb banyak belajar kepada para dalang senior untuk meningkatkan kemampuannya mendalang. Misalnya kepada dalang legendaris Ki Narto Sabdo pada 1972 dan kepada Ki Sudarman Gondodarsono yang ahli sabet, pada tahun 1974.

Selain itu, beragam penghargaan dari dalam dan luar negeri pernah diraihnya lantaran dirinya tetap berpegang teguh melestarikan budaya leluhur yakni tradisi jawa.

Sosok Ki Manteb pernah membuat rekor dengan mendalang 24 jam tanpa henti dengan lakon Baratayuda. Pertunjukannya ini digelar di RRI Semarang. Berkat pementasannya ini, dirinya mendapatkan rekor Muri pentas wayang kulit terlama. Hebatnya, meskipun telah mendalang selama 24 jam, dokter yang memeriksa kesehatan Ki Manteb setelah pentas menyatakan bahwa kondisi Ki Manteb sangat prima.

Hal yang membanggakan, mendiang Ki Manteb Sudarsono pernah meraih penghargaan ‘Nikkei Asia Prize Award 2010‘ dalam bidang kebudayaan. ■ RED/R ALDIANSYAH/GOES

Related posts

Data dari BPS, JAMBI Alami Kenaikan Ekspor Mencapai 72,54 Persen

Redaksi Posberitakota

Setelah 4 Bulan Sepi, GEDUNG TRACKING SPACE di Taman Rakyat Slawi Ayu Kembali Dioperasikan

Redaksi Posberitakota

PULUHAN PELAJAR ASYIK MAIN GAME DIRAZIA APARAT POLSEK CIKANDE

Redaksi Posberitakota

Leave a Comment