PosBeritaKota.com
Megapolitan

SETAHUN LEBIH GIGIT JARI, RATUSAN PENYANYI KAFE DANGDUT MALAM ‘MENJERIT’ & NGAREP SITUASI KEMBALI NORMAL

JAKARTA (POSBERITAKOTA) – Tembang hits ‘Benang Biru’, ‘Gadis atau Janda’, ‘Gula-Gula’, ‘Cincin Kepalsuan‘ serta sederet lagu dangdut populer lain – tak lagi mengalun di arena live dangdut kafe-kafe di Ibukota. Boleh jadi, hampir setahun lebih, denyut panggung hiburan telah mati akibat menyeruaknya wabah virus Corona (COVID-19).

Kerlap kerlip lampu yang ditingkahi alat musik kendang, suling, mandolin (dangdut-red) – juga tak lagi terdengar. Tak heran jika di malam-malam libur, Sabtu dan Minggu, berubah hening akibat seluruh kafe dangdut di Ibukota, harus tutup karena sejak adanya aturan PSBB hingga PPKM Darurat.

Dari sejumlah narasumber POSBERITAKOTA atau pelaku seni di arena hiburan malam di Ibukota, benar-benar dibikin ‘menjerit’. Kenapa? Hampir sepanjang ada pandemi COVID-19, otomatis kehilangan hampir 100 persen penghasilan. Mereka kini malah tak sedikit yang beralih profesi atau pekerjaan.

“Dulu, saat masih bisa manggung atau nyanyi di kafe dangdut hiburan malam, ya seratus atau dua ratus ribu masih ngatongin duit. Dari mana? Dapat dari bagian saweran para pengunjung. Atau, minimal sebulan sekali masih ada honor atau uang transport yang didapat dari pemilik kafe,” ucap Lina (25), penyanyi dangdut asli Betawi itu.

Kelimpungan karena tak lagi punya penghasilan tetap dari menyanyi di kafe dangdut, justru dialami Lina hampir setahun lebih. Sementara ia sendiri hidup sebagai single parent (orangtua tunggal) dari kedua anaknya. Sang suami, menurutnya, masih dipenjara karena kasus Narkoba.

Berbeda lagi apa yang dikatakan Diana Putri. Ia mengaku sejak remaja sudah kenal atau aktif nyanyi di kafe dangdut. Meski sesekali juga melakoni show profesional ke daerah-daerah. Ada lebih dari 15 tahun menekuni aktif manggung dari kafe ke kafe.

“Bagi saya seperti menemukan keasyikan tersendiri. Sebab, tampil di kafe dangdut, sama halnya saya menjalani show profesional. Dari segi penghasilan, terhitung lumayan. Dalam sebulan, bisa mengantongi uang jutaan rupiah. Asalkan bisa dimenej dengan baik,” celetuknya.

Diana Putri (38) yang punya julukan ‘Ratu Kafe Dangdut’, diam-diam juga punya sejumlah single album. Dari situ, menurutnya, sesekali dapat job show di panggung terbuka. Job tersebut didapat, justru dari relasi yang dikenalnya di kafe dangdut.

Sekarang? “Semuanya, ambyar. Saya nol persen nggak bisa lagi mengandalkan dari panggung dangdut. Untung sejak lima tahun lalu, belajar usaha rumahan, terutama untuk berbagai jenis makanan ringan,” tuturnya.

Lian Karina (35), juga mengalami hal sama dengan Lina dan Diana Putri. Saat ini selalu ngendon di rumah, sudah tak lagi melakoni profesi sebagai penyanyi di kafe dangdut atau tempat hiburan malam. Situasi pandemi COVID-19, kata dia, mengharuskan istirahat total.

“Sama, selain di kafe, juga untuk show di panggung terbuka nyaris tidak ada lagi. Situasi itu benar-benar bikin saya dan ratusan teman-teman lain menjerit,” curhar Lian, apa adanya.

Oleh karenaya, tidak hanya ratusan tapi ribuan dari mereka, justru kini berharap situasi bisa kembali normal, seperti pada dua tahun sebelumnya. Dari mereka tak sedikit yang dilanda stress. Kehilangan penghasilan yang menjadi andalan hidupnya. ■ RED/GOES

Related posts

Hadiri Perayaan Imlek di Petak Sembilan, ANIES Berharap Tahun 2019 Penuh Berkah

Redaksi Posberitakota

Copot 3 Pejabat Eselon 2, GUBERNUR ANIES Dapat Apresiasi dari Aktivis Ibukota

Redaksi Posberitakota

Bangunan Liar di RTH Jaktim, WALIKOTA M ANWAR Bilang Segera Dibabat Habis

Redaksi Posberitakota

Leave a Comment