PosBeritaKota.com
Sport

MASIH BERUSIA 18 TAHUN, EMMA RADUCANU ASAL INGGRIS SUDAH JADI PETENIS PUTRI DUNIA PERINGKAT TERATAS

NEW YORK (POSBERITAKOTA) – Berkat raihan prestasi di ajang bergengsi cabang tenis di AS Terbuka atau US Open 2021, bakal menjadikan petenis belia asal Inggris Emma Raducanu naik kelas. Meski masih berusia 18 tahun, namun bakat besarnya dapat menjadikan dirinya sebagai petenis putri Inggris berperingkat teratas.

Karena itu, Raducanu diprediksi bakal naik menjadi 50 besar minggu depan. Kendati, ia memasuki arena AS Terbuka dengan status peringkat 150 dunia. Bahkan saat bertanding di semifinal melawan petenis Yunani, Maria Sakkari, mampu ditaklukannnya. M3nant 6-1, 6-4 dan berhasil melaju ke final, Jumat (10/9/2021) kemarin.

Selama ini, sosoknya petenis relatif tidak terdengar di kancah internasional. Sedangkan dua petenis putri yang peringkatnya di atas Raducanu, sebelum 30 Agustus 2021 kemarin, yakni Yohana Konta dan Heather Watson.

Terakhir, Johana Konta berada di peringkat 47 petenis dunia. Petenis berusia 30 tahun tersebut, cukup senior cabang tenis, kendati belum pernah menjuarai seri Grand Slam.
Untuk prestasi tertingginya adalah tiga kali semifinalis Grans Slam, yakni Roland Garos (2019), Wimbledon (2017), dan Australia Terbuka (2016). Pencapaian tertinggi justru di ajang AS Terbuka sampai di babak perempat final pada 2019.

Sementara itu sosok Heather Watson ada di peringkat 64 dunia. Prestasi tertinggi petenis berusia 29 ini, justru di ajang Grand Slam sampai putaran 32 besar yakni tiga kali di Wimbledon dan sekali di Australia Terbuka.

Pada faktanya hampir tidak pernah terdengar ada nama petenis putri Inggris yang populer. Hal itu disebabkan karena prestasi mereka tidak sampai ke puncak berbagai turnamen dunia. Termasuk di ajang Grand Slam seperti Wimbledon sekalipun yang diselenggarakan di dalam negeri.

Sebenarnya, pernah ada nama Sue Barker, petenis yang berjaya pada masanya yakni 1973 sampai 1984. Namun Barker ketika itu hanya mampu memenangi Prancis Terbuka (1976) ketika usianya 20.

Namun di sisi lain, ia adalah semifinalis Australian Terbuka (1975, 1977) dan Wimbledon (1977) serta putaran keempat AS Terbuka (1976). Prestasi ini tentu belum cukup untuk menjadikan nama Barker populer.

Kendati prestasinya tidak terlalu mencolok sekali, namun Barker tercatat memenangi 15 gelar tunggal dan 12 gelar ganda. Bahkan, ia juga pernah mengalahkan petenis yang lebih kondang seperti Chris Evert, Martina Navratilova, Billie Jean King, Evonne Goolagong, Tracy Austin, Virginia Wade, Maria Bueno, Rosemary Casals, Andrea Jaeger atau Pam Shriver. ■ RED/DESI INDRIANI/EDITOR : GOES

Related posts

Jose Mourinho Puji MU ke Final Liga Europa

Redaksi Posberitakota

Sepeninggal Zinede Zidane, REAL MADRID Naga-naganya Bakal ‘Ditukangi’ Carlo Ancelotti

Redaksi Posberitakota

Jelang Peluncuran Motor Honda, MARQUEZ Kayak Sudah Nggak Sabar

Redaksi Posberitakota

Leave a Comment