Tampilkan Oppie Kumis & Hj Elvie Sukaesih, FILM KOMEDI ‘Banyak Anak Banyak Rejeki’ Usung Budaya Betawi

JAKARTA (POSBERITAKOTA) – Film layar lebar bergenre komedi romantis keluarga yang berjudul ‘Banyak Anak Banyak Rejeki’, sudah memulai proses produksi. Oppie Kumis dan Hj Elvie Sukaesih, dua di antara puluhan bintang lain yang terlibat, diharapkan bisa menjadi daya tarik kuat bagi penonton. Apalagi kental mengusung latar belakang budaya Betawi.

Proses produksi ditandai dengan pemotongan tumpeng dan sekaligus tasyukuran yang dihadiri mayoritas bintang pendukung, bertempat di P69 Jakarta Kompleks BMS I Jalan Timbul No-2/Kav-3 Pejaten Barat, Pasar Minggu, Jakarta Selatan, Kamis (19/6/2025).

KISAH BANG JALI SANG PENGGALI KUBUR

Perlu diketahui bahwa film ‘Banyak Anak Banyak Rejeki‘ bakal mengkisahkan sosok Bang Jali, seorang penggali kubur yang hidup pas-pasan. Meski begitu memiliki keteguhan di dalam memegang prinsip hidup : Yakni banyak anak, banyak rezeki.

Sunguh tak disangka-sangka, jika tiba-tiba hidupnya berubah drastis, disebabkan oleh penemuannya terhadap bongkahan emas di dalam liang kubur. Tak ayal dari situlah, konflik muncul – antara kekayaan yang tiba-tiba datang dan nilai-nilai hidup yang dianut sejak lama.

Produksi film ‘Banyak Anak Banyak Rejeki’ disutradarai oleh Tyas Asko. Dia merupakan sutradara yang sebelumnya dikenal lewat film ‘Sumur Jiwo 1977‘ dan ‘Cinta 24 Karat‘. Justru lewat filmnya kali ini, menjanjikan suguhan komedi yang mengalir dari situasi dan karakter, bukan dari slapstick yang dipaksakan.

“Jujur, saya membangun komedi dari keseharian yang dekat dengan penonton. Walaupun ada puluhan aktor senior, setiap karakter tetap punya momen berkesan,” ucap Tyas Asko saat jumpa pers launching filmnya tersebut.

HADIRKAN PEMAIN LINTAS ETNIS & GENERASI

Siapa saja yang terlinat? Mereka adalah Opie Kumis, Hj Elvy Sukaesih, Revaldo, Harry De Fretes, Daus Separo, Dhawiya Zaida, Fadli Fuad, Elina Joerg dan Eddie Karsito. Tak ketinggalan sejumlah bintang muda alias pendatang baru demi menyegarkan suasana film yang mengangkat semangat kekeluargaan dan keberagaman etnis di Indonesia.

Sedangkan Fadli Fuad bertindak sebagai produser, menyebutkan bahwa film yang digarap sebagai bentuk kontribusinya untuk industri film Indonesia 2025. Kendati proyek film sebelumnya yang berjudul ‘Sumur Jiwo 1977′, masih tertunda penayangannya di bioskop Tanah Air.

“Sudah satu tahun film Sumur Jiwo 1977 belum dapat jadwal tayang di jaringan bioskop XXI. Padahal, film tersebut sudah mendapat respons positif dari luar negeri,” jelas Fadli Fuad, terus terang.

SARAT NILAI LOKAL & TAK SEKADAR KOMEDI

Disebutkan bahwa produksi film ‘Banyak Anak Banyak Rejeki’, juga membawa pesan moral dan nilai-nilai sosial. Tema tentang kekayaan yang tidak selalu identik dengan kebahagiaan. Malah di film tersebut, digambarkan sebaliknya, karena ternyata didera banyak persoalan kehidupan.

Karena itu pula menjadi penting di dalam menjaga kearifan lokal, dimana merupakan benang merah cerita. Bahkan menjadikan film itu bukan hanya layak ditonton, tetapi juga patut menjadi bahan renungan.

JADWAL SYUTING DI KAWASAN JABODETABEK & DIDUKUNG BANYAK MITRA

Untuk produksi film itu turut didukung oleh PT Malahayati Nusantara Raya, lembaga konsultan keuangan dan PS Enterprise sebagai penyedia layanan game dan perbaikan konsol ternama di ITC Mangga Dua.

Lagi, proses syutingnya dijadwalkan berlangsung di wilayah Jakarta, Bogor dan sekitarnya. Sementara itu untuk film ‘Sumur Jiwo 1977′, Black White Pictures mengonfirmasi tengah mempersiapkan sekuel dan membuka opsi penayangan eksklusif di Indonesia sebelum memasuki pasar internasional.

Di film ‘Banyak Anak Banyak Rejeki‘ yang latar budaya Betawi, khusus jajaran pemainnya datang darinlintas generasi. Begitu pun soal ceritanya, karena mengangkat kehidupan rakyat kecil. Film ‘Banyak Anak Banyak Rejeki‘ siap menambah warna baru dalam daftar film komedi keluarga Indonesia yang patut ditunggu di tahun 2025. © RED/AGUS SANTOSA

Related posts

Dukung Kebijakan Gubernur Pramono, Plt Sekretaris DPW PPP DKI Muhammad Hatta Siap Bantu Gencarkan Sosialisasi Program Pilah Sampah

Di Kabupaten Badung Bali, BBTF 2026 Rampung dan Transaksi Pariwisata Capai Rp 6,9 Triliun

Hindari Perilaku Seks Menyimpang, Yayasan Humaniora Rumah Kemanusiaan Nikahkan Pasangan Pemulung di Kota Bekasi