Rhoma Irama Marah pada Produsen-Bandar dan Siap Ikut Perangi Narkoba

JAKARTA (POSberitaKOTA) □ Si Raja Dangdut Rhoma Irama mengaku prihatin, sedih dan hancur, terkait Ridho Rhoma yang kini kesandung kasus Narkoba, karena ditangkap dan ditahan di Mapolres Jakarta Barat. Ia marah pada produsen-bandar dan siap berkomitmen memerangi bahaya Narkoba. 

“Ya, soal Ridho, tentu saya prihatin,  sedih dan hancur. Ridho adalah korban dari sekitar sepuluh jutaan lebih pengguna Narkoba. Sejak saat ini, saya ingin berkomitmen dan serius untuk ikut memerangi bahaya Narkoba,” kata Rhoma seusai membezuk Ridho.

Menurut ‘pentolan’ Soneta Grup tersebut, Narkoba tidak bisa dilihat lagi dari unsur bisnis yang mendatang keuntungan (ekonomi). Tapi, penyebaran Narkoba, sudah membahayakan karena ada upaya menghancurkan bangsa. Hal tersebut, kata Rhoma, butuh perhatian semua elemen bangsa untuk terlibat memerangi secara serius.

Baca Juga:  Duel Sengit, Pelajar SD Tewas Ditangan Lawan di Sukabumi

“Apalagi Indonesia saat ini sudah darurat Narkoba. Saya pribadi, Soneta Grup dan PAMMI siap menjadi agen BNN untuk ikut memerangi bahaya Narkoba,” tegas Rhoma lagi.

Masih terkait penangkapan Ridho, Rhoma menegaskan tetap merasa  beruntung. “Ya, karena Ridho keburu ditangkap aparat. Jika tidak, Ridho bisa over dosis. Saya pun tidak marah pada Ridho. Saya marah pada produsen dan para bandar Narkoba,” ucap dia.

Keluarga tak keberatan jika Ridho diproses hukum. Sebab, siapa pun sama dihadapan hukum. Hanya saja melalui kuasa hukumnya, Krisna Murti, Senin (27/3) segera mengajukan permohonan rehabilitasi kepada pihak kepolisian dan diteruskan ke BNN untuk mendapat persetujuan. ■ Red/Goes

Beri Tanggapan