Satria Heroes Film Indonesia Rasa Jepang

JAKARTA (POSberitaKOTA) – Film Indonesia rasa Jepang. Itulah yang terlihat dalam film Satria Heroes : Revenge of Darknes. Film anak-anak tersebut merupakan hasil kreasi Reino Barack bekerjasama dengan rumah produksi asal Jepang, Ishimori Production, yang terkenal dengan spesial efek, pertarungan dan pembuatan kostum superhero, seperti serial Go Ranger, Cyborg 009, Ksatria Baja Hitam dan lainnya. 

Sedangkan untuk penggarapan ditangani sutradara Jepang, Kenzo Maihara, yang sukses menciptakan film animasi, Kamen Rider dan Sailor Moon. 

“Dari umur 7 Tahun saya sudah bermimpi dan mengkreasikan adanya superhero asli Indonesia,” ujar Reino Barack usai premier film Satria Heroes: Revenge of Darknes di XXI Plaza Indonesia, Kamis (27/4) malam. 

Menyadari bahwa anak-anak Indonesia butuh film, juga butuh superhero yang bisa dijadikan panutan, kreator muda itu pun mengangkat serial Satria Garuda Bima X ke format film layar lebar, dengan judul Satria Heroes: Revenge of Darknes. 

Baca Juga:  Naas, Pemuda Tewas Terjepit Lift Barang di PT Logam Mas Indonesia

“Awalnya saya mau bikin animasi bola atau pencak silat. Tetapi saya merasa prihatin melihat Indonesia yang jumlah anak-anaknya sangat banyak, tetapi nggak memiliki superhero. Anak-anak hanya tahu superhero dari barat,” kata Reino

Pacar Luna Maya ini juga merumuskan contoh positif dari karakter yang dihadirkan, mulai dari pesan moral hingga keluarga. 

“Saya mau mengangkat moral, persahabatan, kekeluargaan dan keberanian. Itu semua memang dimiliki oleh superhero,” ujarnya. “Semoga suatu hari nanti anak-anak berpikir dan beraksi melindungi Indonesia,” tambahnya. 

Film yang akan tayang di bioskop Indonesia nulai 4 Mei 2017 itu, masih menampilkan sosok Christian Loho sebagai Ray Bramasakti, yang mampu menggunakan “Power Stone” merah untuk mengubah dirinya menjadi Bima Satria Garuda untuk mengalahkan kerajaan VUDO, pasukan dari dunia pararel yang ingin menjajah bumi. โ–  Red/Ang

Beri Tanggapan