JCF 2017 Resmi Dibuka dan Dimeriahkan Pecatur Amatir

JAKARTA (POSBERITAKOTA) □  Perhelatan Japfa Chess Festival (JCF) 2017 tidak hanya menghadirkan persaingan sengit dalam perburuan gelar Master Internasional, tapi juga sebagai ajang ‘unjuk gigi’ bagi para pecatur amatir Indonesia yang tergabung dalam sebuah komunitas. 

Satu diantaranya adalah komunitas catur bernama ‘Pion Cantik’ ikut ambil bagian dalam JCF 2017 pada acara pembukaan yang berlangsung di Gedung Serbaguna, Senayan, Jakarta, Senin (15/5) sore.
Dalam JCF 2017 yang digelar untuk kesepuluh kalinya tersebut, komunitas ‘Pion Cantik’ yang kini telah beranggotan lebih dari 20 orang itu mengirimkan empat pecatur berbakat mereka untuk turun di dua nomor, yakni beregu dan perorangan. 

“Sebagai pecinta catur, kami senang bisa tampil di Japfa Chess Festival. Karena ini kesempatan kita untuk mengasah kemampuan. Apalagi di Japfa Chess Festifal ada nomor beregu. Di beregu, selain saya ada dua teman saya, yaitu Erick dan Affriman. Sementara di nomor perorangan, ada Bakri yang sudah meraih gelar Master Nasional (MN),” kata Boston, yang turun di nomor beregu kepada POSBERITAKOTA.

Boston dan kawan-kawan sendiri berhasil memenangkan pertandingan pertama melawan Chess Genius dengan skor 2-1. Sementara di nomor perorangan, Bakri berhasil mengalahkan menang 1-0 melawan Jefri

Baca Juga:  Di 'Japfa GM & WGM Tournamen 2019', UMMI FISABILLAH & WINSHAND Tahan Remis Pimpinan Klasemen

Sementara itu Utut Adianto, selaku Plt Ketua Umum Pengurus Besar Persatuan Catur Seluruh Indonesia (PB Percasi) memberikan apresiasi kepada para pecatur amatir yang turut memeriahkan Japfa Chess Festival 2017. Ia pun berharap bisa meningkatkan kompetisi di tahun-tahun mendatang.

“Beregu itu kan hanya ada dua tahun sekali. Selain Japfa Chess Festival juga ada di Persatuan Catur Jakarta (Percaja). Bedanya kalau di Percaja untuk pemain profesional, kalau di Japfa Chess Festival memang bisa dimainkan oleh para pemain dari klub amatir. Tentu dengan adanya Japfa Chess Festival, kemampuan mereka jadi lebih terasa, meskipun bukan intuk prestasi,” tandas pria yang juga anggota Komisi X DPR RI tersebut. 

Utut juga berharap JCF tahun ini bisa melahirkan bintang-bintang baru demi menambah perbendaharaan atlet-atlet yang bisa diandalkan di dunia internasional. 

“Kita sudah melahirkan tujuh Grandmaster (GM) pada 2004. Catur Indonesia ketika itu sedang jaya-jayanya. Tiga GM lainnya, sudah tutup usia. Sisanya saya, Susanto Megaranto, Ardiansyah dan Cerdas Barus,” paparnya. 

Jika dibanding negara Filipina, menurut Utut lagi, Indonesia kalah banyak. “Karena itu, saya berharap akan banyak turnamen catur yang diselenggarakan di Tanah Air untuk memunculkan bibit-bibit unggul,” ucap Utut menyudahi. ■ Red/Goes

Beri Tanggapan