Senator DPD RI Dailami Firdaus Desak Negara Antisipasi Krisis Qatar Secepat Mungkin

JAKARTA (POSBERITAKOTA) – Wakil Ketua Badan Kerja Sama Parlemen (BKSP) Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI, Prof Dr H Dailami Firdaus, mengaku terkejut sekaligus khawatir dengan peristiwa pemutusan hubungan diplomatik beberapa negara Timur Tengah seperti Saudi Arabia, Uni Emirat Arab (UEA) dan Bahrain dengan Qatar.

Kekhawatiran itu sangat beralasan, karena bakal berdampak negatif. Pasalnya, banyak warga Indonesia yang saat ini bekerja dan bermukim di Qatar. Negara atau Pemerintah RI, didesak untuk melakukan langkah antisipasi krisis di Qatar, secepat mungkin.

“Sebab, saat ini ada sekitar 40.000 warga Indonesia di Qatar. Karena itu negara atau Pemerintah RI, sudah seharusnya memberikan perlindungan yang diperlukan kepada mereka,” pinta anggota DPD RI 2014-2019 sebagai wakil dari Provinsi DKI Jakarta.Senator Dailami juga menyoroti dampak krisis Qatar ini, terutama pada sektor perjalanan umroh. 

“Makanya, perlu segera diantisipasi perjalanan umroh ke Tanah Suci yang menggunakan penerbangan Qatar Airways maupun penerbangan melalui Bandara Internasional Doha,” paparnya.

Baca Juga:  Usul Parpol Dibiayai Negara, KETUA DPR RI Setuju Demi Pengentasan Korupsi

Akibat dari pemutusan hubungan diplomatik tersebut, maskapai penerbangan dari Qatar atau wilayah Qatar tidak bisa melewati wilayah udara Saudi Arabia, Emira Arab maupun Bahrain. Sedang faktanya hanya ada satu akses menuju ke dan dari Qatar, yakni dari jalur utara melalui Iran dan Iraq.

“Saya menyerukan Pemerintah RI melalui Kementerian Luar Negeri untuk melakukan  koordinasi dengan langkah-langkah terpadu bagi perlindungan warga negara Indonesia maupun dampak krisis lainnya bersama departemen atau lembaga pemerintah, swasta dan masyarakat,” kata Senator Dailami.

Pada bagian lain, ia juga berharap situasi tersebut dapat diselesaikan melalui dialog dalam semangat persaudaraan dan saling menghormati berbagai pihak. Lantaran krisis diplomatik yang berlarut-larut, tidak hanya mengganggu stabilitas wilayah Timur Tengah, tepi juga kepentingan nasional Indonesia.

“Baik itu terkait keamanan warga negara Indonesia di Qatar, perjalanan umroh maupun perdagangan di wilayah Teluk Persia dan Timur Tengah pada umumnya,” pungkas dia. ■ Red/Goes

Beri Tanggapan