Ronny Malinan Fordatkosu Garap Album ‘Global Warming’ dengan Melibatkan Musisi Dunia

JAKARTA (POSBERITAKOTA) – Langkah spektakuler ingin segera dilakukan artis penyanyi asal Indonesia, Ronny Malinan Fordatkosu. Apa itu? Album bertajuk ‘Global Warming’ sedang dipersiapkan dirinya secara serius, apalagi dengan melibatkan para musisi dunia

Karena itu, ia kepengen kemunculannya di album ‘Global Warming’ tersebut, tak cuma berimbas ditingkat nasional saja. Tapi juga bisa mengepakkan sayapnya ke tingkat dunia atau go-internasional.

“Bagi saya berkarya itu merupakan tuntutan jiwa. Sebab, dunia musik sudah merupakan bagian paling penting dalam proses kehidupan saya,” ucap Ronny sangat meyakinkan kepada POSBERITAKOTA.

Sejatinya, sosok Ronny Malinan Fordatkoosu, sudah tak asing lagi untuk kiprahnya di dunia musik. Ia pernah melanglang buana ke sejumlah negara Eropa dan Asia. Sebagai penyanyi, gitaris, composer dan budayawan Tanimbar pun, tercatat sudah keliling 58 negara selama 21 tahun untuk mempromosikan Foruk & Kapal Pesiar Silolona.

Sedangkan di tahun 2016 lalu, ia baru menyelesaikan tur concert internasionalnya di 5 kota di China seperti di Guanzhu, Shanghai, Qingdao, Dalian dan Beijing. Selain itu juga di Sydney, Melbourne dan Brisbane (Australia), Denjoun dan Seoul (Korsel) serta di Tokyo, Saporo dan Sinday (Jepang).

Untuk album baru yang tengah dipersiapkan dan bertajuk ‘Global Warming‘, menurut Ronnny, bakal terasa sangat spesial. Pasalnya, kata dia, dikerjakan dengan melakukan kolaborasi bersama musisi asal Perancis, England dan Australia. Mereka adalah Olivier John Maxted, Megan Selby dan Kent.

Untuk urusan musiknya, juga bakal digarap secara bersama-sama. Bahkan ada pula musisi-musisi handal asal Maluku. Mereka di antaranya Carlo Simon Labobar (Guitarist), Veky Rengrengulu (Keyboard), Cucu Ripet ( Pemain Saxaphone) serta Romny Malinan Fordatkosu (vokalist). Vokalis lain yang ikut terlibat adalah Eno Fordatkosu & Kwaiyer.

‘Global Warming’ (Pemanasan Global-Red) merupakan album yang mengkolaborasikan pop etnik Tanimbar, Melanesia dan Austronesia. Sedangkan lagu ‘Global Warming’ ciptaan Eno Fordatkosu dan Ronny Malinan Fordatkosu. Ada pula lagu yang berirama jazz dengan judul ‘Balada Sang Inspirator’ ciptaan Gordon Setio Lolona Tampuk Aresyaman.

“Saya dan teman-teman dari Tanah Air, ingin sekaligus mempromosikan Budaya Tanimbar ke dunia International. Saya yakin tercapai, karena ada dukungan dari program Wonderful Indonesia,” pungkas Ronny Malinan Fordatkosu. □ Red/Goes

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here