ICBANANA Ingin Susul Sukses Despacito Soal Penayangan Video Klip

JAKARTA (POSBERITAKOTA) – ‪Keberhasilan video klip Despacito menjadi video pertama yang meraih lebih dari 3 milyar penayangan, membuat banyak yang bertanya-tanya, apakah industri musik telah mengembangkan formula untuk membuat musik mainstream?

Nah, pekan lalu sebuah videoklip baru, dirilis di YouTube yang mengejek industri musik dan “formula” yang seharusnya mereka gunakan.‬ Video klip itu berjudul ICBANANA, yang dinyanyikan IC feat Don Hohova.‬

‪”Kami menelaah rumusnya dan membandingkannya dengan videonya ICBANANA untuk melihat bagaimana itu akan terbangun,” kata produser ICBANANA, David Svoboda.

Dia menambahkan dalam video itu tergambarkan bahwa orang dengan tato yang menarik. Banyak wanita cantik. Orang yang memakai gangster swage. Setiap orang selalu di pesta. Adegan di pantai. Orang mengendarai Mobil keren. Orang-orang di atas mobil keren.

Juga orang-orang berkeliaran di mobil dengan cepat dan gaya marah. Orang memamerkan uang. Orang menang. Orang yang minum alkohol. Orang melakukan hal-hal yang ilegal (zat yang dikendalikan, senjata api). Orang yang memakai sesuatu yang menjengkelkan yang tidak akan mereka kenakan di depan umum (topeng kuda).‬ ‪ Inilah hal-hal yang bisa dilihat oleh masyrakat umum.‬

Ada beberapa permainan dalam lagu ICBANANA yang digali secara mendalam.‬ ‪Masyarakat saat ini cenderung mengikuti secara ‘liar’, melahap apapun yang diberikan oleh industri mainstream.‬ Bukan sekadar mengikutinya, tapi juga mengadopsi hal-hal yang bahkan tidak mengerti.‬

‪Lagu ‘Despacito’ adalah subjek kasus yang sempurna untuk ini.‬ Lebih dari 3 miliar penayangan untuk video ini.‬ Hampir ke manapun kita berpergian, nyaris tak terelakkan jika banyak orang tersihir untuk melantunkan Despacito.‬

Bahkan hampir banyak klub malam dan bar, keranjingan dengan lagu ini.‬ ‪”Sangat menarik, karena kurang dari 6 persen populasi dunia berbahasa Spanyol. Berarti miliaran orang sedang terbius menggilai lagu yang sebenarnya tidak mereka mengerti bahasanya,” papar David Svoboda.‬

David kemudian menambahkan bahwa musik mainstream memahami psikologi karena memiliki kata-kata yang menjadi virus dikalangan masyarakat.‬ Dalam hal ini, dia memilih kata BANANA untuk videonya.‬ ‪

“Ini bukan kali pertama BANANA dipilih sebagai kata yang mewabah,” jelas David Svoboda mengkhiri. ■ Red/Ang

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here