Cegah Pengaruh Asing, 30 PEREMPUAN Mendirikan Komunitas Pelestari Budaya

JAKARTA (POSBERITAKOTA) ■ Langkah filterisasi dan pencegahan terhadap maraknya pengaruh budaya asing ke wilayah Indonesia, tak boleh berhenti dilakukan. Sebab, hal itu dapat lebih memperkuat ketahanan peradaban budaya dan bangsa yang kita cintai.

Oleh karenanya, patut diapresiasi secara positif ketika ada 30 perempuan dari berbagai latar belakang budaya di Indonesia, perduli dan mau menyisihkan waktu terhadap pelestarian budaya Nusantara dengan mendirikan Komunitas Perempuan Pelestari Budaya

Cikal bakal berdirinya komunitas budaya ini mendapatkan apresiasi dari tokoh pemuda Jakarta Selatan, Ari Surya Subrata. Apalagi, menurutnya, budaya Indonesia yang unik dan beragam inilah yang menjadi daya tarik mancanegara di berbagai belahan dunia. Bahkan tidak sedikit dari mereka yang mempelajarinya.

“Bagi wisatawan ini merupakan hal yang menarik. Bisa kita lihat di Singapura, Australia dan negara lainnya, budaya kita justru diajarkan kepada para siswa. Sebagai bangsa yang memiliki kepribadian, tentu kita wajib melestarikannya,” tegas pria yang akrab disapa Ata tersebut.

Ditambahkannya bahwa di zaman sekarang dimana batas-batas antar negara yang semakin terkikis oleh globalisasi, banyak kebudayaan lokal yang akhirnya punah. “Karena penerusnya tidak mempelajari dan melestarikannya. Kami optimis budaya kita tidak akan lekang oleh zaman,” ucap dia lagi.

Menurut pemilik rumah makan Taliwang Bersaudara ini, setiap warga masyarakat dapat melestarikan kebudayaan lokal dengan berbagai cara, seperti terjun langsung menjadi pelaku budaya atau memberikan edukasi dan mengembangkan budaya tersebut.

Titiek Puspa yang hadir dalam acara pendirian komunitas tersebut mengungkapkan kebanggaannya. “Saya bangga sekali, sudah lama saya ingin melihat wanita bergelung. Gelungan ini membuat Anda cantik. Ibu-ibu ini membuat saya sangat bahagia dan lega,” katanya.

Menurut artis kawakan tersebut,  patut diapresiasi karena di zaman begini ini masih ada wanita-wanita yang mau menyisihkan waktunya untuk mensyukuri karunia Tuhan yang telah diwariskan oleh para leluhur kita, dari Sabang sampai Merauke. ■ Red/Goes

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here