Hikmah Ramadhan, PEDAGANG TAKJIL Kalangan Ibu Raup Untung Besar

JAKARTA (POSBERITAKOTA) □ Jangan sepelekan keberadaan pedagang musiman di bulan Ramadhan. Para penjual takjil berbuka puasa yang umumnya hanya menggelar lapak di pinggir jalan, namun mereka bisa meraup keuntungan mulai dari ratusan ribu sampai jutaan rupiah setiap hari.

Pedagang musiman takjil pada umumnya menjual aneka jenis makanan dan minuman mulai dari yang ringan berupa gorengan sampai berat seperti nasi bungkus, dan lainnya. Pedagang takjil mulai menggelar lapak sekitar pukul 15.00 hingga menjelang Magrib.

Bagi pedagang yang menyediakan jajanan enak dan higienis serta harga murah maka dagangannya akan cepat habis. Sebaliknya yang menjual produk kurang enak, apalagi mahal, tentu saja kurang laku.

Penjual musiman takjil banyak memanfaatkan fasilitas umum seperti RTH, trotoar, dan bahu jalan seperti terdapat di kawasan Pasar Benhil, Masjid Akbar Kemayoran, Jl Melawai Blok M, Jl Boulevard Kelapa Gading, Jl Raya Panjang Kebon Jeruk, Jl Sabang, dan seabrek lokasi lainnya. Pekerjaan ini umumnya ditekuni ibu rumah tangga yang dibantu anggota keluarga maupun tetangga.

“Alhamdulillah, kami selalu menunggu datangnya bulan Ramadhan karena bisa berjualan gorengan dan minuman,” ujar Fatimah, pedagang takjil di kawasan Pasar Benhil, Jl Raya Bendungan Hilir, Jakpus, Jumat (18/5).

Ibu tiga anak ini menjual aneka gorengan seperti tahu, tempe, bakwan, risol, martabak kecil, bihun goreng, dan kolak pisang. Jumlah gorengannya lebih dari seribu potong dan biasanya ludes dalam sehari. Harga gorengan bervariasi mulai dari Rp 1.500/potong sampai Rp 3 ribu.

Baca Juga:  Rasanya Kenyal & Gurih, TAHU ACI Khas Tegal Banyak Dibeli Pemudik

Lapak Fatimah yang terdiri dari tiga meja etalase, dari sejak dulu selalu ramai pembeli karena enak dan bersih. Setiap mulai buka lapak selalu diserbu puluhan pelanggan secara kontinu sampai menjelang tutup lapak. “Saya selalu menjaga kebersihan. Jangan sampai jajanan dirubung lalat dan terpapar debu. Kalau dagangan terkesan kotor, pembeli tidak mau datang lagi,” jelas warga Rusun Benhil.

Pada hari pertama berjualan kemarin, Fatimah membawa pulang uang hasil jualan sebesar Rp 2,2 juta. Dengan omset sebesar itu, dia memperoleh keuntungan sekitar 40 persen alias sekitar Rp 900 ribu. Pendapatan ini tentu sangat menggiurkan karena mengalahkan gaji manajer perusahaan.

“Alhamdulillah, rezeki Ramadhan. Hasilnya ditabung buat mudik sama biaya sekolah anak,” beber perantau asal Yogyakarta tersebut.

Untuk menekuni pekerjaan ini, Fatimah dibantu empat orang tetangga. Masing-masing punya tugas mulai dari membeli bahan di pasar, mengolah bahan mentah di rumah, menggoreng, melakukan bongkar-pasang lapak dan penjualan.

“Hikmah Ramadhan membawa rezeki banyak orang dan melancarkan roda ekonomi kerakyatan yang ditekuni para pelaku UMKM,” kata dia seraya menyuahi obrolannya. ■ Red/JOKO

Beri Tanggapan