Hasil Survei, LEMKAPI : 78,3 Persen Polri Dipercaya Masyarakat

JAKARTA (POSBERITAKOTA) ■ Di usianya yang sudah menginjak ke-72 tahun, tingkat kepercayaan masyarakat terhadap kinerja lembaga Kepolisian Repuplik Indonesia (Polri) masih tinggi. Demikian hasil survei Lembaga Kajian Strategis Kepolisian Indonesia (Lemkapi) yang dilakukan selama dua minggu, 14 – 28 Juni 2018.

Tingkat kepercayaan publik terhadap lembaga Polri tercatat 78,3 persen. Hal itu jauh lebih baik jika dibandingkan dua tahun sebelumnya, dimana saat Tito Karnavian mulai menjabat Kapolri pada 13 Juli 2016 lalu. Berarti ada peningkatan sekitar 10 persen. Jadi, setiap tahunnya malah meningkat mencapai 5 persen.

Hasil survei Lemkapi ini hampir mendekati angka sama dengan apa yang dilakukan Alvara Research Centre pada April sampai Mei 2018, juga mencapai hasilnya 78,8 persen yang menyatakan publik puas kinerja Polri. Sedangkan survei Kompas pada Oktober 2017 lalu, menyebutkan untuk bidang politik dan keamanan, angkanya 76,4 persen.

Hasil itu juga sejalan dengan riset yang dilakukan lembaga internasional Gaklup’s Law Order 2018, dimana menempatkan Indonesia berada pada rangking 9 negara teraman di dunia.

Menurut Dr Edi Hasibuan SH MH, survei Lemkapi tersebut menggunakan wawancara dan tatap muka dengan metode tehnik Multistage Random Sampling (MRS). Selain itu, Lemkapi juga mengambil 750 responden yang tersebar di seluruh Indonesia dengan margin of error sekitar 2,5 persen. Namum tingkat kepercayaan dalam survei sebesar 97 persen.

Ditambahkan Direktur Eksekutif Lemkapi tersebut bahwa penelitian dilakukan tim peneliti Lemkapi dengan jaringan perguruan tinggi (PT) di seluruh daerah. Hasil survei menyebutkan publik semakin percaya terhadap kinerja Polri, karena melihat polisi terus berbenah menuju profesionalisme.

Hal itu juga sejalan dengan program promoter Kapolri, yakni peningkatan kepercayaan masyarakat lewat pelayanan publik di kepolisian. Alasan lain publik semakin percaya, karena hampir semua pelayanan Polri kini transparan dan sudah berbasis IT. “Publik percaya Polri profesional, karena semua pelayanan Polri kini sudah menggunakan teknologi IT,” tegas mantan anggota Kompolnas.

Pada bagian lain, dikatakan doktor ilmu hukum tersebut, masyarakat semakin percaya karwna melihat komitmen Kapolri yang tegas terhadap seluruh anggotanya, apalagi khusus dalam menghadapi pengamanan Pilkada. Sinergitas Polri dan TNI cukup bagus dalam pengamatan masyarakat.

Baca Juga:  Potong Tumpeng, POLRES METRO JAKARTA BARAT Gelar Syukuran HUT ke-72 Bhayangkara

“Publik melihat pengamanan Pilkada. Polisi mengedepankan netralitas, termasuk di wilayah Jawa Barat dan Sumatera Utara. Sebab, sempat dicurigai masyarakat, bakal tidak netral,” tambah doktor ilmu hukum dari Universitas Borobudur Jakarta.

Dipaparkan Edi Hasibuan yang juga dikenal sebagai mantan petugas Sensus Penduduk dan Sensus Ekonomi di BPS, publik percaya terhadap kinerja kepolisian karena melihat banyaknya Polda yang terus meningkatkan pelayanan. Apalagi saat ini banyak perubahan status Polda dari tipe B menjadi tipe A.

Dalam catatan Lemkapi selama puluhan tahun, perubahan tipe Polda stagnan dan baru kali ini ada perubahan status yang disertai dengan penambahan personil dan anggaran yang cukup signifikan. Selain percaya, hasil survei menyebutkan ada pula responden yang menilai Polri masih perlu banyak perubahan. Jumlah responden sekitar 17,2 persen menyebutkan Polri masih banyak kekurangan dalam pelayanan.

Salah satu yang disorot adalah masih sulitnya mendapatkan bantuan polisi diberbagai pedesaan. Apalagi daerah tersebut jauh dari kantor polisi. Publik menginginkan anggota Babinkamtibmas diperbanyak di setiap desa, agar kehadiran polisi bisa dirasakan masyarakat,” kata Prof DR Faisal Santiago MM, Ketua Tim Pakar Lemkapi.

Ditambahkan dia bahwa publik juga mengharapkan pelayanan reserse dan lalulintas perlu terus dibenahi supaya kinerjanya semakin profesional. Dalam penelitian ini, Lemkapi menawarkan solusi perlu peningkatan dukungan anggaran operasional dan kesejahteraan agar Polri bekerja lebih profesional.

Sementara itu dalam survei terdapat 4,5 persen responden tidak memberikan respon dan tanggapan apa-apa. “Kami harapkan semua itu akan menjadi masukan yang berharga bagi Polri yang akan memperingati HUT ke-72 dalam waktu dekat ini. “Namun begitu, meski angka kepercayaan masih tinggi, Polri jangan cepat puas dan lengah. Sebaliknya, perlu terus ditingkatkan kewaapadaannya di dalam menjalani tugas.” pungkas pakar hukum dan komunikasi tersebut. ■ RED/RIO/GOES

Beri Tanggapan