Caleg DPRD Provinsi Jabar, RITA HASAN Maju Bersama Partai Nasdem

JAKARTA (POSBERITAKOTA) ■ Tekad artis film dan bintang sinetron Rita Hasan sudah bulat. Ia pun yakin bisa meraih suara signifikan, karena saat ini maju jadi Caleg DPRD Provinsi Jawa Barat bersama Partai Nasional Demokrat (Nasdem). Langkah sosialisasi pun bakal kerapkali dilakukan.

Rita Hasan saat ini masuk dalam daerah pemilihan (Dapil) 12 Jawa Barat yang meliputi Kabupaten Cirebon, Kota Cirebon dan Kabupaten Indramayu. Tekadnya ingin memajukan ketiga daerah itu, karena termasuk kota kelahirannya.

“Pada prinsipnya, saya ingin berjuang bersama Partai Nasdem. Kebetulan, saya juga sudah bersinergi dengan senior di partai yang sama. Mereka Caleg DPR RI dan DPRD Kabupaten,” terang pemain dalam film berjudul ‘Kasinem is Coming’ tersebut kepada POSBERITAKOTA.COM, Rabu (26/9).

Saat ditanya soal pilihannya ingin berjuang bersama Partai Nasdem, ditegaskan Rita Hasan, karena visi dan misinya sesuai dengan perjuangannya. Tentu saja untuk berjuang membawa perubahan di masyarakat, agar Kota Cirebon dan Kabupaten Cirebon serta Kabupaten Indramayu, bisa lebih baik dan maju lagi di masa depan,” jawab dia.

Prioritasnya, tambah perempuan cantik berhijab tersebut, khusus di bidang pertanian dan nelayan. “Sebab, itu menjadi andalan bagi masyarakat Cirebon dan Indramayu. Mereka harus bisa hidup lebih sejahtera,” papar pemain dalam produksi serial sinetron ‘Raden Kian Santang’.

Dikatakan perempuan asli kelahiran Cirebon 29 November 1980, sangat prihatin karena masih minimnya fasilitas kesehatan yang ada di Indramayu. Apalagi keberadaan rumahsakit atau Puskesmas terbilang jarang dan belum merata.

“Khusus di Indramayu, belum ada rumahsakit yang memadai atau berukuran besar. Karenanya, seringkali pasien dirujuk ke rumahsakit di kota Cirebon yang kadang membutuhkan waktu cukup lama sampai berjam-jam,” sebut Rita yang juga ikut main dalam produksi sinetron ‘Jinny Oh Jinny’ itu lagi.

Sementara itu Rita Hasan juga miris terkait wilayah Indramayu dan Cirebon yang merupakan lumbung tenaga kerja wanita (TKW) untuk ke Timur Tengah dan Hongkong. “Semoga ke depannya, bisa jauh lebih berkurang, karena lebih memilih bekerja di negeri sendiri. Jadi, tanpa harus hidup terpisah dengan keluarga,” paparnya, panjang lebar. ■ RED/GOES

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here