Ada 50 Aktivis, RELAWAN KEJORA Pendukung Jokowi Siap Perangi Hoax

JAKARTA [POSBERITAKOTA] □ Sebanyak 50 aktivis dari berbagai profesi mendeklarasikan pembentukan relawan Kembali Jokowi Juara (Kejora). Organisasi ini siap membantu pasangan Capres-Cawapres nomor urut 1 untuk memerangi isu hoax yang selama ini makin santer sehubungan menjelang Pemilu 2019.

Deklarasi pembentukan relawan Kejora berlangsung di kantor Direktorat Relawan Jl Veteran I Gambir, Jakarta Pusat, Senin (22/10). Ketua Dewan Pembina Kejora, Lukman Hakim, menegaskan relawan ini akan berjuang membantu pemenangan pasangan Jokowi-Ma’ruf Amin pada Pilpres tahun depan.

“Kejora akan berpartisipasi aktif memerangi isu hoax yang berbau politis. Pasalnya, berita bohong itu sangat meresahkan masyarakat dan menimbulkan situasi yang tidak kondusif,” ujar Lukman didampingi Ketua Kejora, Ulibasar Tarihoran.

Selain memerangi hoax terutama yang menyudutkan Jokowi-Ma’ruf, Kejora juga membantu melakukan sosialisasi kepada masyarakat bahwa pembangunan infrastruktur yang digenjot oleh pemerintah Indonesia benar-benar bermanfaat bagi masyarakat. Pembangunan yang digeber di kota maupun desa terpencil bakal memajukan ekonomi rakyat. Oleh karenanya, jangan dipolitisasi karena sudah benar.

Uli menambahkan organisasi relawan ini terdiri dari berbagai profesi seperti pengacara, wartawan, dokter, pengusaha, pedagang, pemuka agama dan lainnya.

“Setelah deklarasi ini, kami segera melapor ke Direktorat Relawan. Kemarin Kejora tercatat sebagai relawan Jokowi nomor urut 555,” ujar Uli didampingi sejumlah pengurus lainnya. Lahirnya Kejora ini berarti bertambah satu lagi relawan pendukung incumben.

Dalam enam bulan ke depan hingga hari H pencoblosan pada tanggal 17 April 2019, kata Uli, Kejora akan terus mengambil hati masyarakat untuk memilih Jokowi sebagai Presiden RI periode 2019-2024.

“Beliau sudah teruji kinerjanya. Jadi, kami tidak perlu gambling untuk memilih yang lain,” tegas Uli sambil menambahkan untuk berkontribusi pada pemenangan Jokowi, Kejora siap bekerja keras menggalang massa mulai dari keluarga sendiri, lingkungan RT/RW, lingkungan pekerjaan, komunitas, dan lainnya. ■ RED/JOKO

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here