Pemprov DKI Alokasikan Anggaran Rp 3,9 M, KALI ITEM Segera Dibangun 10 IPAL Komunal

JAKARTA (POSBERITAKOTA) – Guna mengurangi limbah yang mencemari Kali Sentiong atau yang disebut sebagai Kali Item, Pemprov DKI Jakarta akan membangun sepuluh titik instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL). Dalam hal ini Dinas Sumber Daya Air (SDA) telah mengalokasikan anggaran sebesar Rp 39 miliar.

Dana sebesar itu untuk membangun sepuluh titik IPAL di sepanjang Kali Item yang melintang di dua wilayah kota yakni Kecamatan Kemayoran, Jakpus dan Tanjung Priok, Jakut. Pembangunan yang dilakukan pada tahun anggaran 2019 merupakan tugas wajib dari Gubernur Anies Baswedan kepada Dinas SDA DKI Jakarta karena pembangunan IPAL komunal ini akan menjadi proyek percontohan untuk sungai-sungai lain di Jakarta.

Kepala Dinas SDA Teguh Hendarwan membenarkan bahwa pihaknya punya pos anggaran sebesar Rp 3,9 miliar untuk proyek IPAL di Kali Item. “Proyek ini atas perintah Bapak Gubernur harus dijalankan tahun ini juga karena untuk pilot project pada 13 sungai di Ibukota,” ujar Teguh di Jakarta, Sabtu (5/1).

Menurut dia kalau pihaknya siap menjalankan perintah tersebut. “Paling lama, pekerjaan itu bisa dilakukan pada September 2019 karena sebelumnya harus melalui proses lelang yang cukup lama,” tambahnya.

Baca Juga:  Hari Pertama Pemberlakuan Harga Tiket Normal, PENUMPANG MRT JAKARTA Tercatat 77.696 Orang

Meskipun pos anggaran terdapat pada Dinas SDA namun yang melaksanakan pembangunan IPAL tersebut adalah PD Pengolahan Air Limbah (PAL) Jaya. “Iya betul. Yang jelas kita punya program 2019 ini, di sepanjang Kali Sentiong akan ada 10 titik IPAL komunal. Jadi pelaksanaannya dikerjakan langsung oleh PD PAL Jaya,” kata Teguh.

Untuk satu IPAL, bisa menampung limbah domestik dari sekitar 250 hingga 300 rumah tangga sasaran. Nantinya, akan dibangunkan pipa-pipa instalasi pembuangan limbah di rumah tangga sasaran tersebut. Jadi air limbah akan dialirkan ke IPAL komunal, lalu diolah sampai batas aman, baru dibuang ke Kali Item.

“Jadi ketika masuk ke kali air limbah sudah bersih. Tidak ada kejadian seperti kemarin, permukaan air tertutup busa limbag sehingga disorot banyak pihak. Bapak Gubernur langsung meninjau lokasi dan memerintakan untuk dibangun IPAL secepatnya,” jelasnya. ■ RED/JOKO

Beri Tanggapan