Jalur ‘HGH’-Kota (1), PENJAJA SEKS Pinggir Jalan Pasang Tarif Ratusan Ribu

JAKARTA (POSBERITAKOTA) – Kota metropolitan Jakarta menawarkan banyak kenikmatan. Begitulah kesan yang diperoleh dari para wisatawan lokal begitu menginjakan kakinya di Ibukota. Tak cuma kenikmatan memperoleh berbagai macam hiburan, tapi juga gampang mendapatkan kenikmatan dari para wanita nakal.

Ada wanita nakal yang memang menjual syahwat dengan cara ‘dikoordinir‘ atau ‘difasilitasi‘ di dalam gedung mewah. Contohnya, banyak tersedia di kawasan Harmoni, Jalan Gajah Mada dan Hayam Wuruk (HGH). Namun tak sedikit pula yang berani nekad dan tanpa malu-malu, malah menjajakan dirinya di tempat terbuka alias pinggir jalan raya besar atau protokol.

Dari investigasi dan pantauan POSBERITAKOTA, jalur jalan raya antara Harmoni- Gajah Mada-Hayam Wuruk (HGH) menuju kawasan Kota, hampir setiap malamnya tak lepas dari pemandangan banyak berjejernya wanita penjaja seks. Jumlahnya pun bisa mencapai puluhan dan selalu dengan dandanan seksi alias serba terbuka.

Mereka berjajar di pinggiran trotoar atau duduk di atas motor dari teman pria, bisa pacar atau germo yang ikut mengawasi sepakterjang sebagai penjaja seks pinggir jalan. Rupanya, tak sulit untuk mendapatkan cewek-cewek cantik dan seksi di situ.

“Biasa selalu didatangi pengendara mobil. Saat mobil jalan pelan-pelan, perempuan penjaja seks itupun merangsek mendatangi. Dari situ langsung terjadi proses tawar-menawar,” ucap Ewo, tukang ojek yang biasa mangkal di kawasan Harmoni dan Gajah Mada, Jakarta Pusat.

Baca Juga:  Motor Bisa Melintas Jalan Tol, KETUA DPR BAMSOET Sebut Bukti Keberpihakan Negara & Azas Keadilan

Berapa tarif untuk kencan dengan wanita penjaja seks pinggir jalan tersebut? Tak terlalu mahal, karena tarif terendah cuma Rp 300 ribu/shoortime. Namun ada pula yang mematok harga antara Rp 500 ribu sampai Rp 750 ribu/longtime.

“Kalau sudah cocok harga, sang wanita pun bisa langsung naik mobil. Kemudian, memilih hotel yang tak jauh dari situ. Atau, bisa juga dengan cara diantar oleh tukang ojek, asalkan sudah diputuskan harus check in di hotel mana?” Begitu ungkap Ewo lagi.

Tapi, nanti dulu, Anda pun harus hati-hati jika ingin berkencan dengan wanita nakal pinggir jalan tersebut. Kenapa? Pernah ada kasus pemerasan yang dilakukan cewek nakal dan pria sekongkolnya, meminta uang sampai jutaan rupiah, karena dituduh membawa perempuan yang diakui sebagai istrinya ke hotel.

Yang pasti, praktek wanita nakal cari mangsa di pinggir jalan, seperti dibiarkan tumbuh subur. Aparat Pemerintah Provinsi DKI Jakarta melalui intansi terkait yakni Dinas Sosial, seakan menutup mata. Bahkan nyaris jarang melakukan operasi. Padahal itu merupakan problema sosial di Ibukota yang patut menjadi perhatian. Ikuti liputan lanjutannya! ■ RED/MR BOY

Beri Tanggapan