Geliat Kafe Dangdut Ibukota (2), PELARIAN JANDA Memburu Rupiah Pria Pencari Hiburan

JAKARTA (POSBERITAKOTA) – Hampir 80 persen penyanyi dangdut yang tampil di kafe-kafe Ibukota Jakarta, berlataran belakang kehidupan kurang bagus. Setidaknya, mereka pernah bercerai dan memiliki anak. Dari situlah, kemudian mencari andalan hidup.

Kalau tampil nyanyi rutin di kafe dangdut, sebenarnya tanpa ‘gaji’. Setiap malamnya, pasti mengandalkan dari saweran para pengunjung atau lelaki iseng pencari hiburan. Buntut-buntutnya, jika sudah kenal dekat, tak jarang mereka menjalin hubungan cinta.

Jangan kaget apabila tahu ada penyanyi kafe dangdut, malah rela jadi istri kedua atau simpanan orang berduit. Yang pasti, itu sudah bukan rahasia umum lagi. Iming-iming duit bakal merubah segalanya.

Merry (nama samaran), penyanyi yang pernah jadi istri piaraan manager sebuah merk minuman yang kerap memasok barang ke kafe dangdut di kawasan Ancol, Jakarta Utara. Ada sekitar enam tahunan, mereka menjalin hubungan tanpa nikah resmi.

“Kebetulan, saya muslimah. Sedang Bang Fer (nama samaran) dari etnis Tionghoa. Ya, jalanin saja dengan enjoy, karena saya diberi jaminan kehidupan. Bisa kontrak rumah, uang bulanan dan tabungan,” cerita perempuan cantik dan seksi asal Surabaya yang hijrah ke Jakarta sudah lebih dari 20 tahun.

Namun, seperti dituturkan Merry, akhirnya mengalami rasa bosan. Kenapa? “Iya dong, saya nggak mau begini-begini terus. Sebab, saya kan kepengen dapat jodoh lagi, ya dari pria yang sepantaran,” ucapnya kepada POSBERITAKOTA beberapa waktu lalu.

Baca Juga:  Arus Balik Lebaran, STASIUN KA & TERMINAL BUS di Ibukota Masih Kedatangan Pemudik

Tak cuma Merry. Ayu (nama samaran), penyanyi kafe dangdut di kawasan Pramuka, Jakarta Pusat, tak menyangkal kalau dirinya jadi wanita piaran orang berduit dari pria Kalimantan. Ia mengaku sempat dibelikan rumah di Jakarta dan juga mobil.

“Untungnya, saya masih boleh tetap nyanyi. Papi (suami yang memelihara), kadang datangnya 2 minggu atau sebulan sekali. Kalau ke Jakarta, paling 2 atau 3 hari saja,” aku Ayu, perempuan asal Purwokerto, Jawa Tengah.

Pada umumnya, para penyanyi dangdut kecantol pria iseng yang doyan keluyuran ke kafe dangdut, karena royal dalam memberikan saweran. Dari situ, kemudian jadi rebutan kalangan penyanyi. Tidak sedikit yang berujung mengundang keributan.

Ujang (nama samaran), salah seorang pimpinan musik dangdut, mengaku tak bisa berbuat banyak. Sebab, jika penyanyi dekat dengan tamu, justru sangat diharapkan. Sebab, itu akan berpengaruh terhadap penghasilan saweran grup dangdut dan penyanyinya.

“Kalau ada 2 atau 3 penyanyi bisa mendatangkan tamu, biasanya penghasilan saweran bakal besar. Minimal bisa dapat Rp 3 juta dari mereka. Jadi, ya untung-untungan soal rejeki setiap malamnya,” papar Ujang.

Kondisi di atas berlaku hampir di semua kafe dangdut Ibukota. Banyak lika-likunya dan lumayan menarik jika diangkat menjadi kisah hidup. Namun karena kebanyakan penyanyi berlatar belakang dengan status janda, hampir tak ada masalah, jika kemudian mereka melakoni percintaan diluar nikah. Ada pula yang sampai berani menikah sirih. ■ RED/MR BOY

Beri Tanggapan