Tutup Raker Kesda 2019, ANIES Minta Layanan Kesehatan di DKI Setara Ibukota Negara G-20

JAKARTA (POSBERITAKOTA) – Wilayah DKI Jakarta diharapkan bisa menjadi contoh pelayanan kesehatan masyarakat urban. Standar pelayanannya minimal setara dengan ibukota negara anggota G-20,” ujar Gubernur Anies Baswedan saat menutup acara Rapat Kerja Kesehatan Daerah (Raker Kesda) 2019 di Hotel JS Luwansa, Jakarta Selatan, Kamis (11/4).

G-20 erdiri atas 19 negara berdaulat plus Uni Eropa. Anggotanya antara lain, Afrika Selatan, Amerika Serikat, Arab Saudi, Argentina, Australia, Brasil, Canada, China, India, Indonesia, Inggris, Italia, Jepang, Jerman, Korea Selatan, Meksiko, Prancis, Rusia, dan Turki.

“Sistem pelayanan kesehatan Jakarta untuk masyarakat urban harus sejajar dengan kota-kota di luar negeri tersebut,” kata Anies pada acara hari ketiga atau penutupan raker tersebut.

Acara dengan tema ‘Inovasi terkait sinergi optimalisasi Jaminan Kesehatan Nasional (JKN)’ itu juga dihadiri jajaran Pemprov DKI Jakarta dan Menteri Kesehatan RI Nila Moeloek beserta jajaran.

“Saya ingin sampaikan apresiasi kepada seluruh peserta dan panitia, harapannya dari hasil Raker Kesda ini akan banyak terobosan di bidang pelayanan kesehatan yang muncul,” terang Anies.

Baca Juga:  Setelah Berhasil di Sunter, PEMPROV DKI Rencana Bangun Lagi 3 ITF

Mengenai pelayanan kesehatan, Gubernur Anies memiliki pandangan terkait spesifikasi untuk masyarakat perkotaan, dimana pelayanan kesehatan di Jakarta harus didesign sedemikian rupa agar menyesuaikan dan menyelesaikan masalah-masalah masyarakat urban.

“Kita tinggal di perkotaan dan tantangan kesehatannya memiliki keunikan tersendiri yang harus kita antisiapasi segala permasalahannya. Sehingga kita butuh kebijakan pelayanan kesehatan yang spesifik untuk perkotaan,” ucap Anies.

Ditambahkannya bahwa DKI Jakarta perlu fokus dengan masalah kesehatan perkotaan, bagaimana menyusun kebijakan kesehatan di Jakarta. “Karenanya, penting bagi kita punya pendekatan sistem analitik, best practice, dan adaption dalam hal pelayanan kesehatan,” lanjutnya.

Dalam forum ini, turut hadir beberapa organisasi internasional di bidang kesehatan antara lain Badan Perencanaan Pembangunan (Bappenas) RI, Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan, World Health Organization (WHO), The United Nations Children’s Fund (UNICEF), dan South East Asian Ministers of Education Organization Regional Center for Food and Nutrition (SEAMEO-RECFON) serta banyak lagi lainnya. ■ RED/JOKO/G

Beri Tanggapan