Himpun Seniman Muda, OPLET ROBET Ingin Lahirkan Generasi Penerus Budaya Betawi

JAKARTA (POSBERITAKOTA) – Sosok Qubil AJ atau yang punya nama asli Ramdhani, bukan tiba-tiba saja dikenal dijagad artis. Ia sejak awal 90-an silam, sudah mengakrabi seni dan budaya Betawi. Selain sesekali tampil di panggung, akhirnya serius menekuni jadi seniman, setelah pernah rutin tampil di layar TV.

Dari situlah kecintaannya pada seni budaya Betawi semakin kental. Sampai akhirnya, Qubil AJ terinspirasi bikin atau mengelola sanggar. Kemudian, didirikanlah Sanggar Oplet Robet (Ocehan Plesetan Rombongan Betawi) yang mulai berkiprah sejak tahun 2001. Konsistensinya patut diacungi jempol.

Tak heran jika nama Qubil AJ langsung bisa dikenal di kalangan seniman senior, seperti H Malih, Mak Nori dan H Bolot. Pasalnya, ia kerap tampil atau main bareng dalam sejumlah sinetron yang berlatar belakangan budaya Betawi.

“Saat itu, saya hanya punya mimpi. Ingin mengangkat sekaligus mengembangkan seni budaya Betawi. Alhamdulillah, bisa kesampaian,” tukas pria asli Betawi itu kepada POSBERITAKOTA, Selasa (18/6).

Baca Juga:  Bubaran dari 5 Bidadari, DINDA PERMATA Eksis Lagi Bikin 'Cewek Matic'

Mendirikan Sanggar Oplet Robet, diakui Qubil AJ, karena ingin warisan budaya leluhurnya, bisa terus eksis di masyarakat. Karenanya, ia memilih mencari bibit-bibit baru dari kalangan anak-anak dan remaja yang menyukai seni budaya Betawi.

“Tak terasa, saya bisa konsisten membawa Sanggar Oplet Robet, sampai bisa berusia 18 tahun. Hasilnya, kini banyak bermunculan generasi muda sebagai penerus,” tambah Qubil AJ yang juga populer sebagai aktor komedi religi.

Tentang kiprah Sanggar Oplet Robet, menurut dia, sudah sangat dikenal masyarakat. Bahkan sampai ke 5 wilayah DKI Jakarta. Sejumlah pementasan resmi yang difasilitasi Pemerintah Kota (Pemkot) atau Walikota maupun Pemerintah Daerah (Pemda), tercatat sudah terhitung lagi.

“Semua itu harus saya syukuri. Harapan ke depannya, semoga seni dan budaya Betawi, nggak akan lekang di makan zaman. Seni budaya Betawi akan terus eksis, meski ditengah gempuran budaya asing yang masuk ke Indonesia,” pungkasnya. ■ RED/AGUS SANTOSA

Beri Tanggapan