Hadirkan Penceramah KH Abidulloh, MESJID AL IKHLAS VGH 25 Kebalen Gelar Halal Bi Halal

BEKASI (POSBERITAKOTA) – Cikal bakal Halal Bi Halal merupakan produk ijtima para ulama Indonesia. Sedangkan yang pertama kali mencetuskan adalah KH Wahab Hasbulah, tokoh ulama dari NU (Nadhatul Ulama). Ketika itu di tahun 1948, di mana zaman Presiden Soekarno memimpin, sementara situasi politik di dalam negeri masih tercerai berai.

Dari situlah kemudian lahir dan muncul ide Halal Bi Halal yang bisa dimaknai sebagai ajang silatutahmi. Sejatinya, kosa kata Halal Bi Halal itu sendiri, tak ada dalam bahasa Arab. Namun sudah go-Internasional dan selalu dipakai sebagai ajang silaturahmi, setiap usai perayaan Hari Raya Idhul Fitri (Lebaran).

“Jadi, Halal Bi Halal dapat dimaknai sebagai melepas sesuatu atau untuk mencairkan hal yang tercerai berai. Mengurai benang kusut dan kemudian untuk saling bermaaf-maafan atau dalam bahasa Arab disebut Halaltun bin Halalin,” ucap KH Abidulloh Abdulloh, membuka isi ceramahnya.

Penampilan KH Abidulloh Abdulloh tersebut atas undangan pihak panitia penyelenggara untuk memberikan ceramah sekitar satu jam dalam acara Halal Bi Halal yang diadakan Mesjid Al Ikhlas di Perumahan Villa Gading Harapan (VGH) RW 25 Kelurahan Kebalen, Kecamatan Babelan, Kabupaten Bekasi, Minggu (30/6).

Dalam acara Halal Bi Halal yang dihadiri tidak kurang dari 200-an warga, pimpinan wilayah RW 25, pimpinan dan jajaran pengurus Yayasan Mesjid Al Ikhlas yang baru terbentuk, pimpinan dan pengurus Dewan Kemakmuran Mesjid (DKM) serta tokoh masyarakat serta pemuka agama setempat, nampak larut dalam ajang silaturahmi pasca Lebaran.

Selaku Ketua Pelaksana Halal Bi Halal, Dedi Kusmayandi, mengungkapkan rasa terima kasihnya kepada segenap hadirin (masyarakat). Ia menyebut bahwa acara tersebut, sudah menjadi agenda rutin DKM dan selalu digelar setiap tahun. Diharapkan bisa menjadi momentum saling bermaaf-maafan. Tentu saja setelah pahala Ramadhan diraih oleh individu kita masing-masing.

Dalam kesempatan itu, Dedi juga menyampaikan bahwa pelaksanaan acara Halal Bi Halal, tak lepas dari keterlibatan sekaligus dukungan para jemaah, unsur pimpinan dan pengurus DKM Al Ikhlas serta Remaja Mesjid yang ada di wilayah RW 25 Perumahan Villa Gading Harapan.

Baca Juga:  Mengaku Bahagia, GUBERNUR ANIES : Monas Bisa Digunakan untuk Acara Keagamaan

Sambutan dilanjutkan oleh Ketua RW 25, Sukoco, atas permintaan MC dan sesuai jadwal acara. Menurutnya melalui kegiatan Halal Bi Halal ini bisa disebut sebagai bentuk saling support antara kelembagaan RW dan kelembagaan DKM Al Ikhlas yang kini telah memiliki badan hukum berupa yayasan.

Sedangkan Ketua Yayasan Mesjid Al Ikhlas, Drs HM Makhtum, menuturkan tekadnya untuk memberikan kontribusi atau berbuat bagi kemajuan dan kemakmuran mesjid. Baik itu peningkatan kuantitas maupun kualitas. Intinya, tegas dia, harus lebih maju dan lebih makmur.

Sementara Ketua DKM Al Ikhlas, ustadz Jajang Permana, melaporkan terkait peranan atau eksistensinya selama ini. Hampir selama 9-10 tahun, ia ikut dalam proses pembangunan Mesjid Al Ikhlas. Mulai dari peletakan baru pertama hingga sudah berdiri dan proses finishing saat ini yang disebut cukup besar dan ‘wah‘ serta nikmat untuk digunakan dalam menjalani ibadah.

Acara Halal Bi Halal dimeriahkan oleh shalawatan dari ibu-ibu Tim Mubarok Mesjid Al Ikhlas, sebelum penampilan penceramah KH Abidulloh Abdulloh. Kemudian diseling pemberian santunan secara simbolis kepada puluhan anak yatim/dhuafa di lingkungan RW 25 VGH. Bahkan, kegiatan tersebut sudah secara kontinuitas dilaksanakan setiap bulan di minggu keempat.

Dari deretan pemuka agama yang ikut hadir dalam acara Halal Bi Halal antara lain ustadz Azis, ustadz Rojali, ustadz Hafiz, ustadz Anwar, ustadz Wanito, ustadz Robert dan H Zaelani. Sedang dari tokoh masyarakat ada Umar, Ubaydillah serta segenap pengurus RW 25 di antaranya Jaka, Zulkifli, Zulkarnaen dan Dirman Diaz.

Tak ketinggalan sejumlah Ketua-Ketua RT di lingkungan RW 25. Mereka adalah Eddy, Sumadi, Dhany, Dedi serta mantan pengurus RT maupun pengurus DKM Al Ikhlas. Acara ditutup dengan sholat Dzuhur dan setelah itu baru santap makan siang bersama. ■ RED/AGUS SANTOSA

Beri Tanggapan