Jadikan Roma Sebagai Keluarga, TOTTI Berani Tolak Tawaran Madrid

ROMA (POSBERITAKOTA) – Francesco Totti tidak bisa dipungkiri salah satu pemain yang dikenal punya loyalitas tinggi. Lelaki kelahiran 27 September 1976 itu satu dari beberapa pemain yang mendedikasikan waktunya untuk satu klub sejak awal karir profesionalnya hingga memutuskan pensiun. Bisa dikatakan, Totti memulai dan mengakhiri karirnya bersama AS Roma.

Totti mengawali perjalanan saat dia mendapat kesempatan bergabung dengan akademi pemain muda milik Roma. Sejak saat itu, Totti yang memang sangat mencintai sepakbola seakan menemukan tempat untuk mewujudkan mimpinya sejak kecil. Perlahan, kemampuannya mengolah bola pun semakin terasah dengan baik

Sampai kemudian Totti diajak untuk bergabung ke tim senior pada 1993. Pertandingan pertama Totti bersama tim senior Roma terjadi pada 28 Maret 1993 saat tim berjuluk Serigala Ibu Kota itu bertamu ke markas Brescia. Tidak langsung diturunkan sebagai starter, Totti yang saat itu baru menginjak usia 16 tahun memulai laga perdananya dari bangku cadangan.

Kala itu, Roma sudah unggul 2-0 atas Brescia. Bahkan, Totti baru masuk lapangan saat lima menit laga tersisa. Vujadin Boskov, pelatih Roma saat itu mengintruksikan kepadanya untuk masuk menggantikan Ruggeilo Rizzirtelli.

Meski bisa dikatakan tidak memberikan kontribusi apa pun di laga tersebut, Totti senang bukan kepalang. Dia merasa mimpinya sejak kecil, yakni bermain untuk tim utama Roma telah terwujud. Setelah 24 tahun dari laga kontra Brescia itu, Totti masih memakai seragam yang sama. Jelas bukan sebuah perjalanan singkat membela satu tim selama lebih dari dua dekade.

Baca Juga:  Dovizioso & Marquez Tarung, JACK MILLER Bisa Jadi 'Kuda Hitam' di MotoGP Argentina

Jika berbicara mengenai loyalitas, maka sosok Totti bisa menjadi salah satu panutan bagi para pesepakbola lain saat ini. Perjalanan karirnya bersama Roma jelas bukan tanpa hambatan. Pada 2003, Totti sempat kencang dirumorkan akan hengkang.

Tawaran yang datang pun tidak sembarangan. Kala itu, raksasa Spanyol, Real Madrid, menginginkan Totti untuk bergabung. Kondisi itu sempat membuatnya berfikir untuk meninggalkan Roma, terlebih skuad Madrid yang saat itu bertabur pemain bintang memang merupakan salah satu idaman banyak pemain.

Namun, Totti memutuskan untuk tetap bertahan di Roma. Baginya, Roma tim impiannya sejak kecil. DNA Roma memang kental dalam diri Totti, diwariskan dari keluarganya yang juga Romanisti selama puluhan tahun.

“Roma adalah keluarga saya, teman-teman saya, orang-orang yang saya cintai. Roma adalah lautan, gunung, monumen. Roma, tentu, adalah orang-orang Roma. Roma adalah kuning dan merah. Roma, untukku, adalah dunia. Klub ini, kota ini, sudah jadi hidupku,” ujar Totti.

“Saya mungkin memiliki kesempatan untuk memenangkan banyak trofi bersama tim lainnya, tapi saya bangga atas apa yang telah saya lakukan dengan jersey Roma,” lanjutnya. ■ RED/RIO/AYID

Beri Tanggapan