Perayaan HUT ke-74 Kemerdekaan RI, PEMRPOV DKI Diminta Hadirkan Pencak Silat Warisan Pendekar Sabeni

JAKARTA (POSBERITAKOTA) – Ketua Koalisi Rakyat Pemerhati Jakarta Baru (Katar) Sugiyanto menyarankan agar dalam menyambut HUT Ke-74 RI, Pemprov DKI Jakarta menampilkan pagelaran seni pencak silat jurus maut dari pendekar silat Betawi Sabeni. Hal ini demi memberikan bukti nyata kepedulian pemerintah menggali kesenian tradisional Betawi.

Menurutnya jurus silat maut Sabeni Kelabang Nyebrang, Merak Ngigel, Naga Ngeram, dan lainnya sangat layak dipertunjukan sebagai karya seni dan juga untuk menimbulkan rasa kecintaan serta kebangaan atas kebudayan betawi.

“Yang mengadakan pagelaran pencak silat jurus maut Sabeni harus Pemprov DKI Jakarta, ini untuk menunjukkan penghormatan kepada pendekar Sabeni dan warga Betawi,” kata Sugiyanto di Balaikota DKI Jakarta, Senin (12/08).

Pria berkaca mata yang akrab disapa SGY ini menambahkan bahwa Sabeni yang lahir di Kebon Pala, Tanah Abang dari pasangan Canam dan Piyah dikenal karena selalu membela rakyat kecil yang tertindas di zaman penjajahan Belanda.

“Sabeni itu ikut andil dalam perjuangan mengusir penjajahan saat zaman kolonial Belanda maupun Jepang sehingga jasa perjuangannya patut dikenang pada HUT Ke-74 RI,” ucap SGY yang menyesalkan sikap Pemprov DKI yang selama ini terkesan kurang menghargai jasa-jasa Sabeni selaku pahlawan dari suku Betawi.

Baca Juga:  Wapres Jusuf Kalla : BKMT Diminta Terus Berperan dalam Pemberdayaan Ekonomi Umat

Aktivis senior Jakarta menjelaskan bahwa nama Sabeni menjadi tersohor karena berhasil mengalahkan jagoan Macan Kemayoran ketika hendak melamar putrinya untuk dijadikan istri.

“Kehebatan lain Sabeni terlihat ketika berhasil menaklukan secara telak seorang jago kuntau dari China yang sengaja didatangkan pejabat Belanda bernama Tua Danu yang tidak menyukai aktivitas Sabeni yang selalu melatih pemuda Betawi bermain silat. Bahkan saat diusia 83 tahun pun Sabeni sanggup mengalahkan jago-jago Jepang yang sengaja diundang untuk bertarung melawannya,” ungkap SGY yang aktif mendalami sejarah Betawi.

Terkait hal tersebut maka sudah selayaknya Pemprov DKI menghormati dan menghargai pendekar Betawi Sabeni melalui kegiatan pertunjukan pencak silat, khusunya warisan Sabeni.

“Pemprov DKI Jakarta itu adanya di tanah Betawi, sedangkan Betawi itu identik dengan silatnya. Jadi pantaslah mengadakan pagelaran pencak silat jurus maut Sabeni dan dihadiri oleh Gubernur Bang Anies Bawesdan,” pungkas SGY. ■ RED/JOKO S/G

Beri Tanggapan