Akibat Kritikan & Tekanan Media, GONZALO HIGUAN Blak-blakan Tak Kuat Main di Eropa


MIAMI (POSBERITAKOTA) – Akibat kritikan dan bahkan tekanan keras dari media, Gonzalo Higuan mengaku blak-blakan sungguh kagak kuat main di Eropa. Selama ini ia merasa hampir tak bisa menikmati permainnanya di atas lapangan. Ada saja hal yang membenani. Begini proses perjalanannya berkarir di dunia sepakbola.

Tak bisa dipungkiri, kalau Higuain pernah menempati posisi jadi top skor di Liga Italia Serie A pada tahun 2015/2016 silam. Bahkan perolehan alias catatan 36 gol Higuain dalam semusim pada saat itu, bisa disejajarkan dengan Gino Rossetti. Nama besar pun disandang dan sangat diperhitungkan.

Seusai dari situ datang Juventus. Kemudian, membawa Higuain jelang musim 2016/2017. Hebatnya,  pria asal Argentina satu ini, kemudian tercatat sebagai pemain termahal yang dibeli Juventus. Tentu saja sebelum dipecahkan oleh Cristiano Ronaldo.

Hasilnya? Saat bergulir musim pertama di Juventus, ia melakonya tak jelek-jelek amat. Sebab, Higuain mampu mencetak 24 gol dari 38 di Liga Italia. Lantas di musim kedua berjalan lumayan sulit, karena hanya mencetak 16 gol dari 35 penampilan liga. 

Juventus kemudian meminjamkan Higuain ke AC Milan pada awal musim 2018/2019. El Pipita cuma bermain setengah musim dengan enam gol dari 15 laga Serie A. Chelsea kemudian menampung di putaran kedua, namun Higuain cuma mencetak lima gol dari 14 laga Liga Inggris.

Berharap besar atas kehadiran Maurizio Sarri sebagai pelatih Juventus di musim 2019/2020. Sayangnya kerja bareng bersama mantan pelatihnya saat di Napoli dulu, ternyata tak membantu. Higuain di Liga Italia cuma mencetak delapan gol dari 32 laga.

Lantas, tibalah saatnya Higuain beralih ke Major League Soccer di Amerika Serikat setelah menuntaskan musim 2019/2020 dengan Juventus. Higuain sudah tampil enam kali untuk Inter Miami dengan mencetak satu gol dan satu assist.

Bagaimana debut Higuain di Inter Miami? Pernah gagal eksekusi penalti, ribut dengan pemain lawan dan kalah. Dari situ, Higuain mengisyaratkan tak kuat menghadapi media-media di Eropa. Mantan pemain Real Madrid itu merasa dibuat harus selalu membuktikan sebagai pemain yang harus maksimal.

“Yang jelas dari perspektif media, Eropa terlalu berlebihan. Saya harus membuktikan kepada mereka setiap hari, pertandingan demi pertandingan. Apa yang telah saya lakukan sepanjang karir saya, dan kesabaran saya terkikis,” curhat Higuain kepada CBS Sports.

Sebagai pamungkasnya, Higuan berharap mendapatkan suasana baru, sehingga bisa mengembalikan performanya.”Selama ini, mereka tidak memberi Anda waktu untuk benar-benar menikmati bermain. Waduh!” Begitu keluh Higuain, seperti menyesali. ■ RED/RIO/AYID PS

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here