Dihadiri Wagub Jabar, PENGURUS MAJELIS AT-TAUBAH Depok dari Beragam Elemen Dilantik

DEPOK (POSBERITAKOTA) – Wakil Gubernur Jawa Barat H Ruzhanul Umum SE atau yang biasa dipanggil Uu, Sabtu (10/4/2021) kemarin, berkenan menghadiri acara pelantikan pengurus Majelis At-taubah, Depok, Jawa Barat, bertempat di Griya Ageng Salazar.

Dalam kesempatan tersebut Wagub Uu ditemani oleh Anggota DPRD Kota Depok, Babay Suhaimi dan mantan Wakil Walikota Depok H Priadi Supriatna yang juga menjadi salah satu pendiri Majelis At-taubah bersama dengan KH Abubakar Madris dan KH Zein Rofiq serta KH Roby Dongkal. Terlihat juga hadir Ketua MUI Kota Depok KH Ahmad Dimyati Badruzaman dan unsur dari Kementerian Agama Kota Depok.

Dalam sambutannya, Wagub Jabar menekankan pentingnya At-taubah bagi perkembangan Islam di Indonesia, terutama di Depok yang merupakan bagian dari Jawa Barat yang berbatasan dengan DKI Jakarta. Dalam pada itu juga ia sempat juga menepis dikotomi persepsi atas istilah “Islam Nusantara”.

“Islam Nusantara adalah ‘Islam di Nusantara’, seperti halnya ‘Islam di Timur Tengah’ dan tempat-tempat lainnya. Tidak ada perbedaan tentang aqidah dengan Islam-Islam yang lainnya,” kata putera Kyai pendiri Pondok Pesantren di Manonjaya, Tasikmalaya, ini.

Majelis At-taubah sendiri adalah sebuah wadah dakwah yang menaungi Umat Islam Kota Depok, terutama para ustadz, kyai dan habaib. Sejak didirikan pada tahun 2002, Majelis At-taubah telah banyak berkiprah di dalam kegiatan-kegiatan di masyarakat Kota Depok. Saat ini Majelis At-taubah memiliki kepengurusan baru yang diketuai oleh Kyai Syarif Abdul Wahab, yang menggantikan ketua sebelumnya, KH. Roby Dongkal.

Struktur kepengurusan Majelis At-taubah kali ini dianggap lebih menarik perhatian dan terasa lebih kaya karena merekrut berbagai elemen masyarakat untuk duduk di dalamnya, termasuk pada komedian yang tergabung di organisasi Persatuan Seniman Komedi Indonesia (PaSKI) Koodinator Wilayah Depok. Terlihat ada Ginanjar Empat Sekawan, Ragil dan Farly SMS. Nama-nama tersebut selama ini juga aktif di Majelis Pengajian Pelawak (MPP) yang diketuai oleh Taufik Lala.

Sosok Syarif Abdul Wahab yang terpilih sebagai ketua, menurut Pradi Supriatna, tak lepas dari perkembangan program Majelis At-taubah yang ke depannya bukan hanya terfokus di soal dakwah, tetapi juga hal-hal yang bersifat realistis dalam konteks penguatan ekonomi umat. Bisnis utama Kyai Syarif di bidang ternak sapi diharapkan bisa menjadi pintu masuk bagi penguatan ekonomi umat tersebut.

Disela acara yang khidmat dan menerapkan protokol kesehatan tersebut, tak urung melahirkan ironi dan pertanyaan tersendiri, perihal ketidak-hadiran wakil dari Pemerintahan Kota Depok. Padahal acara tersebut dihadiri oleh Wakil Gubernur Jawa Barat, yang notabene secara struktur birokrasi berada di atas pemerintahan kota. Tak terlihat adanya rasa penghormatan birokrat kota terhadap birokrat propinsi. Ke depan seharusnya hal ini tak terjadi lagi dan seluruh elemen pemerintahan Kota Depok bisa bersikap lebih elegan. ■ RED/HANNOENG M. NUR/GOES

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here