Gunakan 25 Bahasa Daerah, SINGLE ‘DI RUMAH AJA, JANGAN MUDIK DULU’ Jadi Debut Duo Liolane & Label 13 Nadi Musik

JAKARTA (POSBERITAKOTA) – Ada dua momentum yang ingin dimanfaatkan duo Liolane dan label rekaman 13 Nadi Musik dalam debutnya berkiprah dijagad musik Tanah Air. Apa itu? Masih santernya penanganan pandemi COVID-19 dan kebijakan larangan mudik Lebaran dari Pemerintah.

Yang pasti, seperti dikatakan Bona Paputungan yang dipercaya memegang posisi MD dan ANR di 13 Nadi Musik, diyakini mampu mendongkrak kemunculannya. Baik itu bagi nama label rekaman (13 Nadi Musik), duo Liolane yang diawaki personil Adam Lanang Eldoryz dan Tisyana Liotta Rizlich maupun single bertitle ‘Di Rumah Aja, Jangan Mudik Dulu‘.

Sedangkan untuk lagu ‘Dirumah Aja, Jangan Mudik Dulu‘ merupakan ciptakan dari seorang talen dari label rekaman 13 Nadi Musik. Pastinya, lagu tersebut berisi seruan dengan 1 bait lirik yang menganjurkan jangan mudik dulu. Bahkan dikemas dengan menggunakan 25 bahasa daerah.

“Melalui lagu yang diproduksi 13 Nadi Musik ini, diharapkan bisa berperan sebagai seruan dan sekaligus menjadikan semangat agar di rupmah aja, jangan mudik dulu,” ucap Bona Paputungan kepada POSBERITAKOTA, Senin (10/5/2021).

Ditambahkan pria seniman nyentrik yang asal kelahiran Gorontalo, khusus debut single dari duo Liolane dan label 13 Nadi Musik merupakan sebuah karya yang unik. Kenapa? “Jelas bukan hal gampang bikin satu kalimat lirik menggunakan 25 bahasa daerah yang dilantunkan dengan musik yang penuh semangat itu,” urai Bona.

Meski begitu, Bona pun mahfum plus menyadari, sebuah karya fenomenal boleh jadi akan sia-sia. Oleh karenanya, butuh support semua pihak dan apalagi dari penikmat musik di Tanah Air.

“Jujur, melalui lagu ini, kami dedikasikan terhadap kebijakan Pemerintah. Di mana bisa menjadi seruan bersama, tak perlu mudik. Nah, perasan kesal dapat tergantikan dengan menikmati lagu atau single ini,” pungkas Bona seraya menyebut apa yang dilakukan bisa jadi peramai di industri musik Tanah Air. ■ RED/ALDI/GOES

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here