Buka Ta’lim Maghrib, USTADZ AANG KUNAEFI : Dalam Kehidupan Ini Ada Kewajiban Memelihara Jasadiyyah & Ruhiyyah

BEKASI (POSBERITAKOTA) – Selepas Ramadhon, Hari Raya Idhul Fitri dan sekarang dipenghujung bulan Syawal 1442 H, ada kewajiban kita sebagai umat Muslim dalam kehidupan ini untuk memelihara ‘jasadiyyah‘ dan ‘ruhiyyah‘. Jangan sampai ‘rapot’ amal ibadah kita sudah kotor lagi, padahal baru dibersihin lewat momentum Ramadhon yang baru lalu.

Benang merah materi ceramah di atas, disampaikan Ustadz Aang Kunaefi Soprih S.Pd.I, saat mengawali atau membuka program ta’lim ba’da Maghrib di Masjid Jami Al-Ikhlas RW 025 Perumahan Villa Gading Harapan (VGH) Kelurahan Kebalen, Kecamatan Babelan, Kabupaten Bekasi, Ahad (6/6/2021) kemarin.

“Sekarang ini kan, kita sudah berada diakhir bulan Syawal 1442 H. Jadi, dalam kehidupan ini, ada kewajiban kita sebagai umat Muslim untuk terus memelihara dan sekaligus mengisi jasadiyyah serta ruhiyyah. Fisik harus sehat, begitu pula rohaniah harus sehat,” ucap Ustadz Aang mengawali ceramahnya.

Puluhan jamaah rutin di Masjid Jami Al-Ikhlas RW 025 VGH Kebalen, Bekasi yang sempat rehat hampir 9 mingguan sejak memasuki Ramadhon hingga 3 pekan pasca Lebaran, sepertinya begitu rindu akan ‘suntikan’ tausiah atau ceramah para habib dan ustadz lewat majelis ta’lim yang bergulir konsisten dan difasilitasi kelembagaan Dewan Kemakmuran Masjid (DKM).

“Contoh perlunya memelihara jasadiyyah, tubuh kita kan perlu makan rutin. Nah, kalau kagak diisi sama makan, pasti lemes jasadiyyah kita. Begitu pula ruhiyyah, juga perlu atau butuh makan,” ulas Ustadz Guru Aang yang juga dikenal sebagai pimpinan Majelis Silaturahim (MS) Ujung Harapan, Bahagia, Babelan, Bekasi.

Yang dimaksud ruhiyyah perlu ‘makan’, menurutnya, ya dengan cara diri kita sebagai Muslim memelihara atau mengikuti pengajian (majelis ta’lim). “Suka datang ke masjid. Isi jiwa atau ruhiyyah kita. Karena itu sangat dibutuhkan atau diperlukan oleh ruhiyyah kita. Sehatin iman kita,” tuturnya, lagi.

Ustadz Aang lebih jauh menyebut bahwa kalau kategori hati kita sudah terbuka, Insya Allah bakal jadi wali-wali Allah SWT. Bahkan dalam kehidupan di bumi ini, jelas tidak ada vakumnya. Setiap umat pun, pasti ada walinya. Demikian pula, setiap wali, pasti ada mahsabnya.

Pada bagian lain, menurut pandangannya, kita pun harus pandai menyingkapi atau melihat kondisi yang ada dan sedang berkembang. “Seperti melihat kemungkaran atau kedzaliman. Makanya, mari kita biasakan melakukan kebajikan. Datang ke masjid bisa kompak. Menolak bala dan bukan sebaliknya malah mengundang bala,” papar Ustadz Aang, panjang lebar.

Jika hati kita sudah terpaut dengan masjid, tambahnya, mudah-mudahan diberi safaat jalan ke ‘rumah’ Allah SWT. Diberi semacam ketentraman jiwa. “Niat sholat berjamaah, silaturahim dan ikut atau mendatangi majelis ta’lim. Orang yang sudah masuk masjid, doa dan rahmat Allah SWT, tidak akan berhenti,” ucapnya.

Karena itu pula, Ustadz Aang mengajak agar para jamaah bertaqwalah betul-betul kepada Allah SWT. “Kenapa? Sebab, semakin kita bertaqwa, justru kita akan semakin kecil dihadapan Allah SWT. Jangan baru sebulan di akhir Syawal ini, kita sudah belok atau kotor sama dosa lagi. Sebab, khusus bagi orang-orang yang bertaqwa, surga itu seluas langit dan bumi,” tuturnya.

Pada bagian terakhir, Ustadz Aang sempat memberikan jawaban dengan adanya pertanyaan jamaah seputar pembatalan haji ke Tanah Suci Mekkah di tahun 2021 ini. Bagaimana terkait niat ibadahnya itu sendiri? “Kalau niat ibadahnya, sudah dihitung atau dicatat oleh Allah SWT. Cuma ya itu, jangan cuma niat doang, tapi juga harus daftar untuk pergi haji,” pungkas Ustadz Aang mengumbar sedikit sikap humorisnya. ■ RED/AGUS SANTOSA

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here