PosBeritaKota.com
Megapolitan

Terkait Gelaran Ajang ‘Formula E’, ANIES BASWEDAN Paparkan Hasil Studi Kelayakan

JAKARTA (POSBERITAKOTA) – Terkait penyelenggaraan ajang balap mobil listrik ‘Formula E’ pada Sabtu (4/6/2022) yang baru lalu, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan memaparkan hasil studi kelayakan atau feasibility study (FS). Hal tersebut terungkap dari Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) atas Laporan Keuangan Pemprov DKI Jakarta tahun 2021 dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI Perwakilan Provinsi DKI Jakarta.

Sedangkan dari dokumen yang diperoleh POSBERITAKOTA, Anies meringkas ada empat poin dari hasil studi FS tersebut. Pertama, Formula E merupakan salah satu kejuaraan internasional balap dengan teknologi ramah lingkungan yang sedang tumbuh menjadi salah satu ajang kejuaraan global yang diselenggarakan oleh kota-kota global seperti New York, London, Paris dan Berlin.

Untuk yang kedua, Indonesia khususnya Jakarta melalui kejuaraan Jakarta E-Prix Formula E memiliki kesempatan besar untuk meningkatkan visibilitas positifnya di mata dunia. “Intinya mendorong dampak ekonomi lokal dan kawasan, dan menjadi pionir kota global ramah lingkungan,” ucap Anies seperti yang tercantum dalam LHP atas Laporan Keuangan Pemprov DKI Jakarta tahun 2021, pada Senin (20/6/2022).

Sedangkan untuk poin ketiga, menurut Anies lebih lanjut, Jakarta E-Prix akan memberikan dorongan kuat bagi ekonomi lokal. Bahkan diproyeksikan dapat memberikan sekitar 78,3 juta Euro atau sekitar Rp 1,2 triliun per tahun untuk tuan rumah melalui pengeluaran yang berdampak. Baik itu langsung dan tidak langsung ke sektor-sektor lain juga.

“Bagian keempat, perhitungan perkiraan keuntungan atas terselenggaranya Formula E di Jakarta tidak semata-mata hanya untuk memperhitungkan untung dan rugi dari sisi finansial. Namun juga mengedepankan dampak kontribusi peningkatan ekonomi dan citra Kota Jakarta secara keseluruhan,” bebernya.

Sebagai upaya memberikan informasi atas manfaat dan dampak ekonomi dari penyelenggaraan Formula E, Pemprov DKI Jakarta bekerjasama dengan SMG Insight untuk membuat FS ini atas dampak ekonomi dari turnamen. Untuk potensi jangkauan global pelaksanaan Jakarta E-Prix, yakni 38.500 potensi jumlah penonton umum lokal maupun internasional.

Selanjutnya, 3.500 potensi jumlah penonton khusus lokal dan internasional dan 197 jumlah negara yang menyiarkan Formula E secara langsung. Di samping itu, penyelenggaraan Formula E juga memberikan dampak yang lebih luas dalam kebijakan dan inisiatif pemerintah daerah maupun pusat.

Namun untuk rinciannya, menggerakan sektor riil; kampanye ramah lingkungan; kampanye perubahan iklim; menggiatkan olahraga dengan Jakarta sebagai kota global kejuaraan moto sport dunia. Kemudian promosi wisata internasional; rekognisi global melalui media eksposur; kampanye kendaraan listrik dan ekosistemnya; serta menguatkan daya tarik Indonesia sebagai tuan rumah kejuaraan olahraga berskala global.

Bahkan dalam surat tersebut, Anies juga mengungkap proses penganggaran penyelenggaraan Formula E yang telah dilalui berbagai tahapan. Mulai dari pembahasan anggaran commitment fee atau biaya komitmen dilakukan dalam rapat kerja dengan Komisi E. “Dimana Komisi E menyetujui penganggaran commitment fee dibayarkan dalam DPA Dinas Pemuda dan Olahraga,” ucapnya.

Kedua, yakni termasuk pembahasan kegiatan Formula E dilakukan antara Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) dengan Badan Anggaran (Banggar) DPRD DKI Jakarta. Baik di Komisi E maupun rapat Banggar. Ketiga, pembahasan APBD disahkan dalam sidang paripurna DPRD DKI Jakarta dan ditetapkan dalam persetujuan bersama antara Gubernur DKI Jakarta dan DPRD DKI Jakarta. “Yang jelas di dalamnya termasuk alokasi anggaran commitment fee penyelenggaraan Formula E di DPA Dinas Pemuda dan Olahraga Provinsi DKI Jakarta,” kata Anies, menambahkan.

Terakhir untuk bagian keempat, dokumen rancangan Perda APBD disampaikan dan dievaluasi Kementerian Dalam Negeri. Selanjutnya ditetapkan dalam Peraturan Daerah (Perda) APBD. Seperti diberitakan sebelumnya, tunamen Formula E usia digelar pada Sabtu, 4 Juni 2022 lalu. Legislator DKI Jakarta kembali menagih studi kelayakan atau feasibility study (FS) kepada penyelenggara turnamen, PT Jakarta Propertindo (Jakpro). □ RED/GOES

Related posts

Sering Dihajar Hujan, JALAN RAYA PERJUANGAN Babelan Bekasi Makin Rusak Parah & Membahayakan

Redaksi Posberitakota

Mujahid 212 Minta Warga Jakarta Tolak Kedatangan Bintang Porno Miyabi Asal Jepang

Redaksi Posberitakota

Ini di Tangerang, GUDANG PETASAN Kebakaran Menewaskan 47 Orang

Redaksi Posberitakota

Leave a Comment

Beranda
Terkini
Trending
Kontak
Tentang