PosBeritaKota.com
Syiar

Di Program Hikmah, KH A. DZULFATAH YASIN Ceramah Bahas Tema ‘Keutamaan & Hikmah Hari Tasyrik’

JAKARTA (POSBERITAKOTA) – Momentum Hari Tasyrik merupakan hari raya umat Islam yang jatuh pada 11, 12 dan 13 di bulan Dzulhijjah kalender Hijriyah. Kurun waktu 3 hari tersebut, juga merupakan rangkaian hari penting dalam Islam yang berlangsung tepat setelah hari raya Idhul Adha. Pada Hari Tasyrik itulah, umat Islam yang tengah menjalankan ibadah haji sedang menjalankan ritual melempar jumrah di Mina.

Demikian rangkuman pemaparan isi ceramah Drs KH A. Dzulfatah Yasin M.Ag saat mengisi program ‘Hikmah‘ di Masjid Istiqlal Jakarta, Sabtu (1/7/2023) kemarin. Sedangkan tema ceramah yang diangkat untuk membahas soal ‘Keutamaan dan Hikmah Hari Tasyrik’.

Ritual itu sebagai rangkaian ritual yang wajib dijakankan bagi jamaah haji. Di hari yang penuh berkah ini, umat Islam dianjurkan untuk menikmati makanan dan minuman sebagai bentuk syukur atas nikmat Allah SWT, ” ujarnya

Sementara, lanjut ceramah Kyai Dzulfatah Yasin, bagi umat Islam yang tidak menjalankan ibadah haji dan mampu secara finansial dianjurkan untuk berqurban binatang yang telah ditentukan. Yaitu domba, kambing, onta maupun sapi. Waktu menyembelih hewan qurban tersebut, dimulai setelah sholat Idhul Adha atau pada tanggal 10 Dzulhijjah hingga matahari terbenam di tanggal 13 Dzulhijjah atau pada akhir Hari Tasyrik.

Menurutnya lebih lanjut bahwa ada banyak keutamaan Hari Tasyrik yang perlu diketahui agar umat Islam senantiasa mendekatkan diri kepada Allah SWT. Nabi Muhammad SAW bersabda, “Sesungguhnya hari yang paling mulia di sisi Allah SWT adalah Hari Idhul Adha dan yaumul qorry (Hari Tasyrik)(Hadis Riwayat Abu Daud).

“Seperti hari raya Idhul Fitri, pada hari raya Idhul Adha dan Hari Tasyrik, umat Islam diharamkan untuk menjalankan ibadah puasa apapun. Baik itu puasa qadha atau puasa sunah. Justru pada Hari Tasyrik, umat Islam dianjurkan untuk selalu bersyukur atas karunia makanan dan minuman. Maka, dianjurkan pada hari itu untuk selalu menikmati hidangan,” urai Kyai Dzulfatah Yasin, lagi.

Melanjutkan ceramahnya, disebutkan bahwa ibadah sunah yang satu ini dikhususkan bagi umat Islam yang memiliki harta berlebih, untuk berbagai kenikmatan kepada mereka yang miskin agar dapat menikmati hidangan istimewa melalui hewan yang disembelih.

Sementara itu dianjurkan menyembelih hewan yang berkualitas baik, sehat dan gemuk. Hewan yang tidak sakit, tidak pernah digunakan untuk membajak sawah, hewan yang cacat dan sejumlah kekurangan yang lain.

Sebagai bentuk rasa syukur kepada Allah SWT atas segala nikmat dan karunianya, khususnya nikmat makan dan minum, umat Islam dianjurkan untuk terus berdzikir dan berdoa di hari yang penuh berkah ini. Berdzikir artinya mengucapkan kalimat baik atau kalimat thayyibah dan terus mengucapkan asma Allah (nama-nama Allah) yang lain serta memperbanyak takbir. Dibarengi dengan berdoa untuk hal-hal baik, seperti mendoakan sanak saudara agar mendapat kebaikan.

Keutamaan Hari Tasyrik sebagai waktu yang dianjurkan untuk memperbanyak takbir juga bersandar pada suatu hadist yang berbunyi, “Hari Tasyrik adalah Hari makan, minum dan banyak mengingat Allah (HR Muslim, Ahmad, Abu Daud, An-Nasa’i).

“Selain itu, Imam Bukhari juga pernah meriwayatkan bahwa Sahabat Umar dan Abu Hurairah mendatangi pasar pada Hari-Hari Tasyrik. Lalu, keduanya bertakbir dan orang-orang pun bertakbir mengikuti takbir keduanya. Wallahu a’lam bisshawab,” ucap Kyai Dzulfatah Yasin menutup ceramahnya. ® [RED/AGUS SANTOSA]

Related posts

Ahad 6 Nopember, MASJID JAMI AL – IKHLAS RW 025 VGH BEKASI Gelar ‘Haflah Maulidurrosul Muhammad SAW’ 1444 H/Tahun 2022

Redaksi Posberitakota

JADI TUAN RUMAH, TPQ AL ALIM GELAR SELEKSI UTUSAN PESERTA FESTIVAL RAMADHAN SE-KABUPATEN KARAWANG

Redaksi Posberitakota

Dipandu Ustadz Eko Bando, KABAFIEH Gelar ‘Pelatihan Asah Bilah’ untuk Songsong Ibadah Qurban di Palmerah Jakbar

Redaksi Posberitakota

Leave a Comment

Beranda
Terkini
Trending
Kontak
Tentang