33.6 C
Jakarta
17 June 2024 - 16:46
PosBeritaKota.com
Megapolitan

Tangani Macet & Banjir di Jakarta, KETUA DPRD DKI PRASETYO EDI : “Harus Pakai Cara yang Radikal”

JAKARTA (POSBERITAKOTA) – Guna menangani problema akut terkait kemacetan lalulintas dan banjir di Jakarta harus pakai cara yang radikal. Sebab, kedua permasalahan tersebut, hingga kini nyaris tak pernah tuntas. Selalu muncul dan muncul lagi.

Permintaan tersebut mencuat dari pemikiran Ketua DPRD DKI Jakarta, Prasetyo Edi Marsudi seperti diungkapkan kepada media di Jakarta, Kamis (25/5/2025). Karena itulah, Penjabat (Pj) Gubernur DKI Jakarta Heru Budi Hartono, juga harus mengevaluasi seluruh dinas terkait lantaran dinilai gagal.

“Ambil contoh soal banjir, ya turap  saja dulu semua sungai. Kalian tahu kan, kalau saya pernah cerewet (soal banjir). Jadi, kalau di Jakarta dikatakan tidak banjir, bohong! Iya, pasti banjirlah,” tegas ‘Oom Prass‘, panggilan akrab Ketua DPRD DKI Jakarta itu, serius.

Menurut politikus PDI-Perjuangan bahwa penanggulangan banjir sudah memiliki anggarannya tersendiri, sehingga pengerukan saluran hingga sungai bisa dilakukan secara berkala untuk mengatasi persoalan banjir di Jakarta.

“Seban, siapa pun Gubernur maupun Penjabat Gubernur, kalau nggak sedikit radikal untuk masalah banjir, ya Jakarta sampai kapanpun tetap banjir,” ucap dia lagi.

Di sisi lain, Oom Prass juga meminta agar Pj Heru Budi melakukan evaluasi terkait masalah kemacetan la di Jakarta yang sampai saat ini masih sering terjadi. Menurutnya, perlu mengambil tindakan tegas dalam menangani kemacetan di Jakarta.

“Yang kedua jika bicara masalah kemacetan, istilahnya di penyangga Jakarta, itu juga kan harus tegas. Kita sebagai Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, kalau tidak tegas, kemacetan pun tidak bakal hilang sampai kapan pun,” paparnya.

Sedangkan masalah lain yang belum bisa diatasi oleh Pj Heru Budi, tambah Prasetyo, yaitu soal tata ruang di Jakarta. Bahkan, ia menyebut masih ada lingkungan kumuh di Jakarta, termasuk lokasinya tidak jauh dari Istana Negara.

“Kalau soal tata ruang ini ada peraturannya. Misalkan, ada salah satu wilayah Kebon Jeruk peruntukannya harus hunian, bukan buat komersial. Tetapi, di situ ada hotel. Dalam arti aturannya sudah ditabrak,” ungkapnya.

Patut diketahui bahwa sebelumnya, Penjabat (Pj) Gubernur DKI Jakarta Heru Budi Hartono mengungkapkan bahwa upaya mengatasi kemacetan di Ibukota dilakukan bersama dengan pihak terkait secara bertahap.

“Tentunya, kami berkeinginan untuk menyelesaikan masalah kemacetan ini secara bertahap. Tidak bisa solusi itu selesai besok pagi, kemudian lalulintas tidak macet. Jelas, itu tidak bisa,” paparnya.

Selanjutnya, Heru Budi juga menyebutkan bahwa Pemerintah Daerah (Pemda) DKI dengan DPRD DKI terus bersinergi dan berusaha untuk sama-sama menyelesaikan masalah kemacetan di Ibukota, minimal mengurangi terlebih dahulu. © RED/AGUS SANTOSA

Related posts

Sambut Peserta ‘Reuni 212’ di Monas, ANIES Beri Apresiasi karena Bisa Tertib & Aman

Redaksi Posberitakota

Galakkan Minat Baca Generasi Muda, PEMPROV DKI Tambah 15 Mobil Perpustakaan

Redaksi Posberitakota

Di Tangerang, ADA 5 PERPUSTAKAAN ‘Mati Suri’ Kini Digiatkan Lagi

Redaksi Posberitakota

Leave a Comment

Beranda
Terkini
Trending
Kontak
Tentang