Bakomubin Sampaikan Pesan Pentingnya Merekatkan Persatuan saat Bertemu Presiden 

JAKARTA (POSKOTABERITA) – Dalam rangka launching Sejuta Muballigh Bela Negara, Ketua Umum Badan Koordinasi Muballigh Se-Indonesia (BAKOMUBIN) Deddy Ismatullah menemui Presiden Joko Widodo (Jokowi) di Istana negara.

Pada kesempatan tersebut menurut Deddy kami membahas persiapan launching Sejuta Mubaligh  Bela Negara dan pentingnya merekatkan persatuan umat. 

“Persatuan umat sangat penting. Doa Nabi ada 3. Yang kesatu yang ditolak oleh Allah, ‘Ya Allah bebaskan umatku dari bencana Nabi Nuh Alaihissalam”, Allah menyetujuinya. ‘Bebaskan umatku dari kelaparan’, kata Allah, ‘Aku bebaskan umat Muhammad ini’. Tapi, ketika Nabi meminta persatukan umatku, maka Allah tidak menerimanya. Ini berarti persatuan itu adalah perjuangan.

Perjuangan seluruh sistem kehidupan kita. Apalagi di tengah kondisi dalam waktu dekat akan melaksanakan Pilkada DKI Jakarta, persatuan dan kesatuan Ummat harus semakin di eratkan” ujar Ketua Umum Badan Koordinasi Mubaligh Indonesia (Bakomubin) Prof Dr KH Deddy Ismatullah,SH Mhum kepada para awak media termasuk POSBERITAKOTA.COM pada Senin (17/4/2017) di Istana Negara usai bertemu Presiden.

Lebih lanjut Deddy mengatakan salah satu upaya untuk merekatkan Persatuan ummat, adalah dengan membekali para Muballigh dengan pemahaman Pancasila, UUD 45, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika.

“Kami akan mencetak satu juta Muballigh bela negara,”ujar Deddy yang juga merupakan Guru Besar Pakar Hukum Tata Negara.

Dikatakan Deddy program tersebut perlu dipersiapkan mengingat kebutuhan sekitar lebih dari 200 juta umat Islam di seluruh Tanah Air. Bahkan belum semuanya disentuh dengan dakwah yang baik.
“Kami pun ingin menata kualitas mubaligh di negara Republik ini,” terangnya.

Baca Juga:  Video Klip 'Sang Alang', GENERASI MILLENIAL Bawa Pesan Untuk Prabowo-Sandi

Tak hanya itu, tambah Deddy, program sejuta Muballigh Bela Negara juga sebagai bentuk pengabdian para mubaligh terhadap bangsa dan negara melalui dakwah. Apalagi, metodologi dakwah ke depan menurut Dedy akan berbeda mengacu perkembangan sosial dan budaya masyarakat.

“Globalisasi akan menuntut mubalig itu bisa berpikir cepat melihat perkembangan budaya, melihat sistem sosial di negara kita. Dan yang kedua yang paling penting kami meletakkan persatuan umat. Persatuan umat sangat penting,”urainya.
“Maka kami ingin mengabdi kepada bangsa dan negara ini dengan dakwah. Mungkin metodologi dakwah ke depan agak berbeda dengan pada hari ini, sebab perkembangan sosial budaya, apalagi globalisasi, akan menuntut seorang mubalig itu harus bisa berpikir cepat, melihat perkembangan budaya, melihat sistem sosial di negara kita,” tuturnya. 

Dalam pertemuan ini, Presiden Jokowi didampingi Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin dan Kepala Staf Kepresidenan Teten Masduki. 
Presiden menjadwalkan akan hadir di Launching 1 juta Muballigh Bela Negara yang di laksanakan tanggal 2 mei 2017 di Jakarta.
Dipihak BAKOMUBIN turut hadir 28 perwakilan DPP Badan Koordinasi Muballigh se Indonesia (BAKOMUBIN) di antaranya Wakil Ketua Majelis Syuro Nasional K.H. Anwar Sanusi, anggota Majelis Syuro Nasional Tatang M. Natsir Fathudin, Ketua Umum DPP Bakomubin Deddy Ismatullah, Sekjend Ustadz Abdurrahman Tardjo, Bendahara Umum Haji Soetrisno Lukito, Wakil Ketua Umum KH Iswadi Idris, Beberapa ketua bidang Ustadz Yanuar Amnur dan Muhammad Harry Naldi, Ustadzah Sitty Hikmawaty, Ustadzah Nung dan Ustadzah Neni dan pengurus lainnya.(red/s handoko)

Beri Tanggapan