Berita Duka Itu Bakal Digusurnya Galeri Buku Bengkel Deklamasi

JAKARTA (POSBERITAKOTA) – Bagi para seniman dan pencinta buku, tentu saja bagi mereka yang pernah ke Taman Ismail Marzuki (TIM), bakal kaget dengan rencana digusurnya Galeri Buku Bengkel Deklamasi. Bahkan ini bisa disebut sebagai ‘berita duka’.

Adalah penyair dan dramawan Jose Rizal Manua mengabarkan tentang tempat yang mulai diobok-obok itu. “Kemarin sore datang utusan dari Kepala UP PKJ-TIM ke Galeri Buku Bengkel Deklamasi Taman Ismail Marzuki, mengukur-ukur, untuk menjadikan Galeri Buku Bengkel Deklamasi sebagai “kafe”. Sementara di sekitar TIM banyak sekali “kafe” atau warung makan,” tulis Jose diakun FB-nya.

Tempat ini punya sejarah panjang. Toko yang berdiri di di sudut TIM ini didirikan Jose Rizal Manua dan diresmikan pada tanggal 27 Juli 1996 oleh Direktur Pusat Kesenian Jakarta-Taman Ismail Marzuki, Pramana Padmodarmaja.

Pada peresmiannya dihadiri para sastrawan, budayawan, dan seniman terkemuka Indonesia. Mereka di antaranya Rendra, Sutardji Calzoum Bachri, Taufiq Ismail, Leon Agusta, Iwan Fals, Remy Sylado, Seno Gumira Ajidarma, Noorca Marendra, Slamet Sukirnanto, Franky Raden, Samuel Wattimena, Dorman Borisman, dan Teguh Esha.

Para sastrawan pun memberikan reaksi yang nyaris seragam bahwa tidak pada tempatnya penggusuran itu dilakukan. Karena itu ‘pembantaian budaya’ terhadap kehidupan intelektual negeri ini.

Ada yang meminta agar para seniman bersatu. Untuk segera menggelar demo sampai ada keputusan tentang nasib tempat itu. Ini salah satu pandangan budayawan asal Yogyakarta, Wahjudi Djaja.

“Saat ukuran hidup selalu dilihat sebagai untung rugi, maka nilai-nilai keutamaan pun ditanggalkan berikut situs dimana ruang-ruang batin tempat tegur sapa budaya. Turut berduka Bang Jose Rizal Manua, semoga “pembantaian budaya” ini bisa dihentikan dan galeri itu bisa diselamatkan. ■ Red/Ays

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here