Di Ancol, RIBUAN KICAU MANIA Serbu Lomba ‘Indonesia Love Bird Open 2018’

JAKARTA (POSBERITAKOTA) □ Ribuan kicau mania dari berbagai daerah tumplek-blek di Pasar Seni, Ancol Taman Impian, Jakarta Utara. Kedatangan mereka ke tempat rekreasi tersebut untuk mengikuti lomba persahabatan tingkat nasional, khusus burung love bird bertajuk Indonesia Love Bird Open 2018.

Serbuan dari kalangan pecinta love bird berdatangan dari sejumlah daerah. Baik dari Sumatera, Kalimantan dan Jawa. “Kami tim Love Bird Lover Indramayu, Jawa Barat tiba di Ancol pada Sabtu malam dan tidur seadanya di kawasan pantai. Hal itu kami lakukan demi kecintaan kami terhadap love bird,” ujar Rido di lokasi, Minggu (6/5). 

Ia bersama belasan teman sekampungnya menyerbu Jakarta sambil membawa love bird yang rata-rata mampu ngekek panjang. “Kalau menang kan lumayan, dapat hadiah uang jutaan rupiah,” sambung Farhan, temannya.​Lomba burung ngekek diselenggarakan oleh Garuda 268 Team yang didukung produsen pakan burung MJA Birdshop 268.

“Jumlah peserta lomba yang datang ke lokasi ini termasuk banyak sekali. Meski hanya lomba khusus untuk love bird, tetapi tiket peserta banyak yang laku, terjual sekitar 1.300 tiket,” ujar Eddy Edward, Ketua Garuda 268 Team yang juga selaku event organizer. 

Ditambahkan dia, banyak pula peserta yang datang dari jauh seperti Jambi, Medan, Lampung, Palang Karaya, Banjarmasin dan sebagian besar kota di Pulau Jawa. Harga tiket mulai dari Rp 60 ribu sampai Rp 210 ribu. 

Lomba yang berlangsung dari pagi hingga menjelang malam, menggelar lomba sebanyak 28 kelas, baik untuk love bird karakter fighter ataupun bebas aksi yang terdiri dari kelas konslet dan merem-melek. ​”Belakangan makin banyak penggemar konslet dan meremmelek. Hal itu terlihat dari banyaknya peserta di kelas bebas aksi,” papar Eddy. Love bird konslet diistilahkan para kicau mania untuk burung yang ngekek panjang selama beberapa menit sambil tiduran. Burung tersebut kalau terlihat matanya merem-melek sebanyak tiga kali, maka kicauan berikutnya tidak dinilai oleh dewan juri.

Fenomena kecintaan terhadap love bird konslet dari hari ke hari terus melonjak. Burung yang mampu ngekek panjang sambil tiduran, harganya terus membubung tinggi, bahkan untuk juara bebas aksi harga bisa melejit sampai ratusan juta rupiah. Tapi karakter love bird konslet bukan alami melainkan hasil rekayasa melalui obat-obatan semacam doping. 

 “Ada cairan doping yang isinya cuma beberapa tetes, harganya mencapai Rp 800 ribu. Tapi kasihan burungnya kalau didoping terus bisa overdosis dan mati, seperti kasus narkoba pada manusia,” ujarnya. ■ RED/JOKO

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here