Proyek LRT Jakarta Molor, GUBERNUR DKI & DPRD Jangan Diam

JAKARTA (POSBERITAKOTA) ■ Proyek Light Rail Transit (LRT) yang tak kunjung selesai hingga gelaran Asian Games banyak menimbulkan pertanyaan. Anehnya, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan maupun pimpinan DPRD tidak ada yang mau berkomentar soal molornya pembangunan kereta ringan tersebut.

Hal tersebut dikatakan Ketua Koalisi Rakyat Pemerhati Jakarta Baru (Katar), Sugiyanto, di Balaikota DKI. “Aneh, Gubernur Anies maupun pimpinan Dewan tak ada yang menjelaskan gagalnya LRT untuk Asian Games,” ujar Sugiyanto, Senin (27/8).

Menurutnya poyek LRT telah gagal untuk dipamerkan sebagai alat transportasi modern kepada tamu Asian Games. “Lihat saja Pergub 154 Tahun 2017 Tentang Penugasan Kepada PT Jakpro untuk Penyelenggaraan Prasarana dan Sarana Kereta Api Ringan/Light Rail Transit. Pembagunan proyek LRT dapat dikatakan telah wanprestas,” kata Sugiyanto.

Anggota Presidium Relawan Anies-Sandi (Prass) ini menjelaskan bahwa pada pasal 2 pergub tersebut bahwa tujuan ditugaskannya PT Jakpro untuk melakukan percepatan penyelenggaraan prasarana dan sarana kereta api ringan/light rail transit adalah untuk mendukung kelancaran transportasi pada penyelenggaraan Asian Games XVIII 2018.

“Namun pelaksanaan Asian Games sudah hampir selesai, belum ada tanda-tanda LRT akan beroperasi,” tandas Sugiyanto.

Pria yang akrab disapa SGY ini menambahkan pokok masalah proyek LRT Kelapa Gading-Velodrome Rawa Mangun itu bukan hanya masalah keselamatan penumpang, tetapi juga ada masalah dugaan wanprestasi PT Jakpro untuk mendukung kelancaran transportasi pada penyelenggaraan Asian Games.

Oleh karenanya, Sugiyanto berharap Pemprov DKI dan DPRD DKI Jakarta segera bertindak tegas. “Untuk dapat mengungkap masalah proyek 5,8 km dengan anggaran 6,8 triliun tersebut, DPRD DKI Jakarta dapat segera membentuk panitia khusus (Pansus) soal Penyertaan Modal Daerah (PMD) PT Jakpro dan proyek LRT Jakarta.

Sedangkan Pemprov DKI Jakarta dapat segera melakukan pergantian jajaran pimpinan PT Jakpro dan PT LRT Jakarta yang dianggap bertanggungjawab atas masalah tersebut. ■ RED/JOKO

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here