PosBeritaKota.com
Megapolitan

Masak Kalah dari JIS, PENGAMAT PERKOTAAN ‘SGY’ Ingatkan Agar Proyek ITF Sunter Jangan Sampai Mandeg

JAKARTA (POSBERITAKOTA) – Pelaksanaan proyek pembangunan pengelolahan sampah modern Intermediate Treatment Facility (ITF) Sunter di Kelurahan Sunter Agung, Kecamatan Tanjung Priok, Jakarta Utara, harus tetap jalan. Tujuannya agar problem sampah di Ibukota dapat diatasi. Masak kalah dari proyek Jakarta Internasional Stadion (JIS).

Harapan yang bernada sindiran tersebut, dicuatkan oleh pengamat perkotaan Sugiyanto yang akrab dengan nama panggilan ‘SGY‘. Karenanya, ia juga menyarankan kepada Pemprov DKI Jakarta untuk segera mencari investor baru, menyusul mundurnya investor lama dari Finlandia.

Dikatakan SGY kepada POSBERITAKOTA, Rabu (7/7/2021) siang, sebaiknya proyek ITF Sunter harus tetap berjalan. Hal tersebut lantaran telah dirancang pembangunannya sejak era Gubernur DKI Jakarta, Fauzi Bowo alias Foke. Selain itu, tambah dia, kebutuhan ITF Sunter memang benar-benar sudah sangat mendesak.

Apalagi, sebut SGY bahwa Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta pernah memperkirakan TPST Bantargebang Bekasi, Jawa Barat tidak bisa menampung sampah Jakarta lagi dalam kurun waktu beberapa tahun kedepan. Pasalnya, karena jumlah sampah Jakarta diperkirakan berkisar antar 7.000-8000 ton per hari.

“Seandainya proyek ITF Sunter ini dapat terealisasi, maka akan mampu mengelola sampah masyarakat Jakarta sebanyak 2.200 ton perhari. Dalam prosesnya, dilengkapi dengan turbin yang dapat mengkonversi energi panas menjadi listrik yang bisa mencapai 35 megawatt,” papar dia seraya menyebut apabila proyek ITF Sunter sukses, ini berarti Jakarta telah mampu mengelola sampah sendiri dengan cara modern.

“Karena apa, selama ini DKI Jakarta masih bergantung pada Tempat Pembuangan Sampah Terpadu (TPST) Bantargebang Bekasi Jawa Barat dengan sistem sanittary landfill atau landfill mining,” ucap pria berkaca mata yang akrab dengan kalangan wartawan di Balaikota Pemprov DKI dan DPRD DKI Jakarta itu, lagi.

Dalam telaah SGY dengan mangkraknya proyek ITF tersebut, memunculkan pertanyaan mengenai terhentinya proyek pengelolahan sampah modern. Lantaran pada kenyataannya, PT Fortum Finlandia selaku mitra kerjasama Jakpro dalam pembangunan sampah ITF Sunter, telah memutuskan mundur.

“Jadi, itu sangat kontras sekali dengan proyek Jakarta Internasional Stadion (JIS) yang letaknya hanya berseberangan jalan dengan lokasi proyek ITF,” tuturnya.

Menurut SGY lebih lanjut bahwa berdasarkan informasi diketahui Kontruksi JIS telah mencapai 58,2 persen, dengan target penyelesaian pembangunannya diperkirakan rampung pada Oktober 2021. Pemprov DKI melalui Jakpro mempercayakan proyek Rp 3,7 triliun pembangunan JIS atau Stadion BMW dilaksanakan oleh kerjasama operasi (KSO) perusahaan BUMN KSO Wika Gedung-Jaya Kontruksi dan PT Pembangunan Perumahan (PP).

Nah, sepertinya Pemprov DKI Jakarta sangat serius menuntaskan target waktu pembangunan JIS. Sebab, meskipun Jakarta dalam kondisi PPKM darurat COVID-19, tetapi pelaksanaan pekerjaan proyek Stadion BMW tetap berjalan,” ungkapnya.

Selanjutnya, SGY menilai bahwa boleh jadi mangkraknya proyek ITF Sunter, terjadi karena tergusur oleh pembangunan jembatan penyebrangan yang menghubungkan Stadion BMW dengan Lokasi proyek ITF Sunter, sehingga keberadaan pengelolahan sampah modern itu dapat dianggap sudah tak cocok lagi.

“Timbul pertanyaan, mengapa Pak Anis tak ngotot tuntaskan proyek ITF, seperti proyek JIS. Padahal saat groundbreaking, ia menegaskan Jakarta sangat membutuhkan ITF Sunter,” ucap SGY.

Sedangkan proyek ITF itu sendiri, sejatinya tak kalah pentingnya dengan Proyek JIS. “Jadi, jangan sampai terkesan, sepertinya ada pilih kasih dalam penanganan kedua proyek tersebut,” pungkas SGY, sedikit terheran-heran. ■ RED/AGUS SANTOSA

Related posts

Anies Bersyukur, PEMDA DKI JAKARTA Kembali Raih Predikat Provinsi Paling Demokratis se-Indonesia

Redaksi Posberitakota

Kelar jadi Gubernur, DJAROT SAIFUL HIDAYAT : Rumor Jabatan Menteri Sudah Menunggu?

Redaksi Posberitakota

Imlek 2019 Bershio ‘Babi Tanah’, WARGA TIONGHOA Minta Jakarta Dijauhkan dari Bencana

Redaksi Posberitakota

Leave a Comment