31.4 C
Jakarta
6 December 2022 - 11:41
PosBeritaKota.com
Entertainment

Terbukti Jadi Sandaran di Lingkaran Artis, COACH RHEO Banyak Dimintai Tolong Soal Phobia – Trauma – Luka Bathin & Kecemasan

JAKARTA (POSBERITAKOTA) □ Puluhan atau bisa disebut kalangan artis kerapkali mensambangi. Bahkan boleh dibilang justru dirinya yang lebih populer. Kenapa? Karena, Coach Rheo terbukti efektif serta sudah jadi sandaran mereka. Kerapkali didatangi mereka (artis-artis) meminta pertolongan seputar masalah phobia – trauma – luka bhatin dan sampai ke soal kecemasan hidup.

Yang jelas untuk menghilangkan bayang-bayang penyebab trauma atau ketakutan bukan perkara gampang. Apalagi dengan memiliki atau menyimpan perasaan trauma maupun ketakutan yang mendalam sehingga diri seseorang itu selalu berkutat dengan hal yang memang selalu tidak menyenangkan.

Tersebutlah nama Caezarro Rey Abishur, atau yang akrab dipanggil dengan nama Coach Rheo. Seorang pecinta dunia pengembangan diri yang selama 12 tahun belakangan telah mengembangkan metodologi sendiri dalam mengatasi masalah hidupnya. “Dulu, saya malah sering dilanda ketakutan dan kecemasan semenjak kerusuhan 98,” kata Coach Rheo mengawali obrolannya kepada POSBERITAKOTA, Selasa (22/11/2022) di Jakarta.

Dikisahkan bahwa sejak peristiwa Mei 1998, Coach Rheo sering ketakutan tak beralasan. Pikiran sering dipenuhi skenario buruk tentang kematian. Setiap hendak tidur malam pikiran terganggu. Takut dan khawatir soal kematian. Hal ini mendorong Coach Rheo mencari solusi dengan berbagai sistem perbantuan yang ada. “Semua membantu, meringankan dan bahkan mampu memulihkan. Tapi tidak ada yang benar-benar membuat saya sembuh,” ucap dia, apa adanya.

Tentu saja bukanlah waktu yang pendek. Selama rentang waktu tak kurang dari sepuluh tahun, baik waktu – tenaga, pikiran dan uang terkuras. Namun usaha Coach Rheo akhirnya membuahkan hasil positif. “Suatu hari semua ketakutan hilang begitu saja. Hal itu ketika saya mampu membuang beban emosi yang saya rasakan,” ujarnya.

Namun diawali dari pengalaman yang bersifat empirisme tersebut, Coach Rheo menguji-cobakan pengalamannya kepada banyak relasi. Mulai belajar dan mencoba bagaimana menghilangkan trauma, phobia, overthingking, luka batin dan beban emosi lainnya? “Jadi, awalnya sempat ragu apakah hal ini bisa bertahan lama. Apakah beban emosi yang sudah dibuang akan kembali lag? Karena kalau bicara tentang beban emosi percuma saja kalau sudah dibuang lalu kembali lagi, alias tidak permanen,” tuturnya.

Bisa permanen atau sama sekali bisa melepas dari beban, terang Coach Rheo, adalah hasil akhir yang orang inginkan. Hal ini, menurutnya pernah dialami Santosa Amin, sutradara, pengisi suara Spongebob dan Suneo, yang pernah menjadi kliennya.

Menurut Coach Rheo, Santosa Amin sempat mengeluhkan bagaimana sulitnya menghilangkan phobia terhadap ketinggian yang dialami sejak kecil. Setiap membayangkan ketinggian, Santosa Amin selalu mengalami hyperhidrosis. Tangannya menjadi berkeringat dan basah.

“Nah, sekarang tangannya sudah tidak basah lagi. Bahkan sudah dua tahun lebih sejak beban emosinya dibuang sekali pertemuan saja. Phobia tinggiku hilang semua. Tanganku tidak lagi basah permanen,” terang Coach Rheo mengutip pengakuan Santosa Amin.

Berbeda apa yang dialami Doni Ramadhan. Produser film, pemilik rumah produksi Putaar Film ini sempat mengalami pukulan mendalam atas kepergian istrinya karena sakit. Sejak itu Doni Ramadhan hidupnya terpuruk, kurang gairah, dan sering merasakan kesedihan mendalam. “Tapi, setelah bertemu Coach Rheo hidup saya berubah semangat. Menerima sepenuhnya kepergian istri,” aku Doni Ramadhan dalam suatu kesempatan.

Soal kedukaan memang bisa menyisakan bekas mendalam. Terutama bagi mereka yang ditinggal anggota keluarga tercinta. Hal itu pula yang dialami Sonny Gaokasak. Sutradara senior yang sudah menggarap sejumlah film, antara lain film; ‘This is Cinta’, ‘Bidadari Dari Surga’, dan ‘Hafalan Shalat Delisha.’

Diakhui Sonny Gaokasak bahwa dirinya sangat terpukul saat ayahnya meninggal dimasa COVID-19. Sejak itu ia masuk dalam kecemasan tinggi. Takut kematian, dan tidak bisa beraktivitas menyutradarai film. “Namun, itu dulu. Sekarang bisa beraktivitas seperti biasa. Sekali bertemu Choac Rheo, saya seperti lahir baru. Lahir baru ternyata bukan hanya ketika orang menikah. Tapi momen seperti ini juga membuat kita seperti lahir baru lagi,” beber Sonny Gaokasak.

Metoda atau sistem yang Coach Rheo rumuskan begitu unik. Bagaimana puzzle ratusan tahun dunia psikologi manusia — tentang bagaimana beban emosi dibuang tuntas dari sistem syaraf seseorang bisa dipecahkan oleh pria kelahiran Jakarta, 23 Maret 1983 ini.

Bahkan, Coach Rheo juga ada di belakang Roy Kiyoshi ketika artis ini sempat stress masuk tahanan dan tidak mau makan. Setelah bertemu Coach Rheo, Roy bisa melewati masa rehabilitasi di RSKO dengan lapang hati. Keluar dari RSKO makin gemuk.

Termasuk problem Luthfi Agizal karena kasus “anjay” sempat juga mengalami beban mental ketika orangtuanya ikut dibully. Setelah bertemu Coach Rheo perasaannya menjadi nyaman. Ia bisa meraih banyak impian. Termasuk menikahi kekasih tercinta. Kini, Luthfi Agizal sedang merayakan kelahiran anak pertamanya.

Masalah lain lagi juga ditemui Coach Rheo saat membantu hilangkan phobia kucing yang dialami pesinetron Benk CB. Pemeran Kang Idoy dalam sinetron ‘Dunia Terbalik’ ini takut hewan kucing. Setiap bertemu kucing, Kang Idoy langsung melompat ketakutan dan berteriak. Video phobianya sudah tersebar di YouTube. Namun sekali pertemuan dengan Coach Rheo phobia Kang Idoy hilang. Sekarang ada kucing yang lewat di bawah kakinya, Kang Idoy tetap bisa tenang.

SATU PERTEMUAN SANGAT EFEKTIF

Di dunia entertainment (hiburan), terkait soal waktu adalah sangat berharga. Banyak aktor maupun aktris menginginkan solusi dengan instan menyelesaikan masalahnya. Mereka banyak menghadapi persoalan mental dan tergantung dengan obat-obatan.

Bahkan.akibat proses penanganan yang panjang dan harus menceritakan detail permasalahan mereka kadang tidak berusaha mencari solusi. Bahkan menunda mencari bantuan. Seringkali akhirnya perbantuan datang terlambat. Seperti banyak dialami beberapa artis Korea mereka lebih memilih bunuh diri.

Namun zaman kini terus berubah. Teknologi mengatasi pikiran dan jiwa makin berkembang. Melalui pengalaman pribadi Coach Rheo menemukan formula mengembangkan teknologi mengatasi masalah mental. Bagaimana membuang beban emosi secara efektif yang dapat memberi hasil signifikan walau dilakukan dalam satu pertemuan saja.

“Tapi, hasilnya bisa permanen. Seandainya masalahnya super-pelik, tidak langsung tuntas dalam satu pertemuan. Tapi sistem yang saya terapkan bisa memberi dampak perubahan drastis yang dirasakan client langsung dari saat pertemuan pertama,” ujar motivator yang mendapat pengakuan sebagai Trainer dan NLP Meta Master Practitioner of Neurosemantics (International Institute of Neurosemantic, North Carolina USA) ini.

Berkat pencapaiannya, Coach Rheo banyak mendapat apresiasi dari sejumlah akademisi, dokter, psikolog, konselor, pendidik dan pelaku bisnis.

Pakar Saham dan penulis buku “Traders are Not Gamblers, Ellen Mey mengatakan bahwa : “Coach Rheo sangat efektif membantu membuang emosi negatif dengan cara yang sangat sederhana namun permanen.”

Begitu pula psikolog Michael Christian, Director @Gadingkonseling menyampaikan : “Rheo sangat tahu apa yang ia lakukan. Mungkin banyak orang kaget bisa dibantu dengan begitu cepat.”

Sedangkan dokter Aqli Budiman dari Rumah Sakit Siloam ikut mengapresiasi Coach Rheo. “Metode ini sangat cepat membantu mengatasi trauma dan beban mental lainnya. Beban yang saya rasakan ikut hilang dalam sesi bersama Coach Rheo,” cerita dokter Aqli Budiman.

Cerita seorang pendidik kelahiran Swiss, Liebe Polli menyampaikan testimoninya. “Coach membantu saya hilangkan phobia takut terbang selama sembilan tahun. Kini, saya bisa terbang lagi ke luar negeri dengan nyaman,” paparnya, terus terang.

Ada lagi sosok Lina Lais, Konselor, Asessor Kementerian Keuangan RI juga buka suara. “Rheo sangat gifted dalam hal ini. Ia dapat membantu membuang beban emosi peserta dengan sangat cepat dan mudah sekali baginya dilakukan,” bebernya.

Sementara itu Dr. Dewi Indra, owner De Asthetics clinic di Pondok Indah Jakarta juga mengaku heran. “Coach Rheo bukan dokter, bukan psikolog, bukan psikiater, juga bukan SPKJ Namun dengan bantuannya semua beban emosi yang bikin saya susah tidur berhari-hari hilang. Trauma itu hilang dalam satu pertemuan saja,” akunya.

Lantas pertanyaan yang muncul, apa rahasia untuk menyelesaikan beban mental manusia? Menurut Choac Rheo mengendalikan emosi terus menerus bukan solusi seperti yang dipikirkan banyak orang. Sebaliknya emosi yang dikendalikan akan menumpuk; akumulatif, makin parah, dan akhirnya menjadi bom yang siap meledak.

“Saya sudah wawancara banyak client berbulan bulan, bahkan bertahun-tahun setelah sesi. Sebagian besar dari mereka mengaku merasakan perubahan permanen dalam satu pertemuan saja. Bahkan banyak dari mereka yang sudah mencoba berbagai alternatif lain. Namun belum mendapat hasil seperti diharapkan. Akhirnya mereka menemukan jawaban melalui metode ini,” ungkap Coach Rheo.

Coach Rheo memiliki bukti rekaman sesi karena peserta banyak bersedia di wawancara tentang kesembuhan mereka. Umumnya mereka sembuh sudah lewat dari satu tahun dan tetap baik-baik saja. “Jika diperlukan bisa pembuktian terbalik yang bisa saya lakukan. Bahwa memang sistem ini bekerja, karena semua datanya lengkap,” paparnya.

Coach Rheo bahkan memberi garansi kepada client dibantu sampai netral, atau gratis untuk beban PTSD (post traumatic stress disorder). “Ini pertama di dunia. Ada orang gila berani menggaransi beban emosi dibantu sampai client merasa netral,” ujar Pendiri Yayasan Konseling Harapan Indonesia (YAKHIN) ini.

Oleh karenanya, Coach Rheo menyadari publik memiliki mental block dan ketakutan sendiri tentang sebuah metode yang benar-benar baru. Tingkat skeptisnya tinggi karena maraknya penipuan. Orang jadi sulit membedakan mana yang benar-benar ahli atau yang mengaku ahli.

Nah, dulu mengendalikan emosi memang cara terbaik. Tetapi sekarang ada cara yang lebih natural. Bisa mengembalikan kebahagiaan orang sepenuhnya dengan membuang beban emosi keluar dari sistem syaraf. Sehingga tidak perlu lagi seumur hidup mengendalikan beban emosi. Capek,” tambah Choach Rheo.

Tetapi pada dasarnya beban emosi sesuatu yang tidak didesign ada dalam tubuh kita, yang jika dibiarkan bisa menyebabkan sakit Psikosomatik.

Sejumlah artis dan publik figur yang sudah pernah dibantu oleh Choach Rheo, antara lain; Jennifer Jill, Ozzy Syahputra, Yati Surrachman, Zwingly Idol, Sarwana Thamrin Warna, Lady Gamer Audrey FF, Gendis Dewanti Miss polo Internasional, Penyanyi Hendy Cahyo Baskoro, Fadly Jackson, Hanna Hanifah, Chunchien Youtuber Gadget, Harbatah Youtuber, Boy Tirayoh, Nobu, Roy Kiyoshi, Hud Filbert, Barbie Kumalasari, Elmand @elmansipasi, Gaby Mariska (influencer / penyanyi) serta banyak lagi.

Coach Rheo menginginkan di kemudian hari lebih banyak orang mengenal metode DOA-TRTO (Divine Oracular Assistance – Tension Releasing Technique Online) yang banyak berhasil membantu orang membuang beban emosi. Mengubah dunia menjadi lebih bahagia, bersama dengan sistem perbantuan lain yang ada sebelumnya. ■ RED/AGUS SANTOSA

Related posts

Masih Ngetop, TUKUL ARWANA Sebut Hidup Ibarat Jarum Jam Berputar

Redaksi Posberitakota

Usia di Atas 50 Tahun, RITA SUGIARTO Bangga Masih Bisa Eksis

Redaksi Posberitakota

Yamaha Musik Indonesia Distributor Sumbang 4431 Keyboard untuk Anak SD

Redaksi Posberitakota

Leave a Comment

Beranda
Terkini
Trending
Kontak
Tentang